Kerusuhan Aksi I Cant Breathe di Amerikat Meluas, Trump Salahkan Gubernur Bagian: Kalian Lemah !

Presiden Donald Trump kembali melempar bola panas atas aksi I Cant Breathe dengan menyalahkan Gubernur Negara Bagian AS

APF/ALEX WONG
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih di Rose Garden di Gedung Putih 14 April 2020 di Washington, DC. Presiden Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO. 

SURYAMALANG.COM, Malang Presiden Donald Trump kembali melempar bola panas atas aksi I Cant Breathe yang masih berlangsung di sejumlah di Amerika Serikat

Kali ini Donald Trump menyampaikan protes kepada masing-masing Gubernur Negara yang dianggap lemah dan takut kepada para Demonstran Aksi I Cant Breathe

Melansir dari Artikel Tribunnews.com : "Kesal dengan Cara Tangani Rusuh, Presiden Trump Cecar Gubernurnya: Mayoritas dari Kalian, Lemah " 

Donald Trump menyatakan meluasnya aksi di sejumlah Kota Besar di Amerika Serikat akibat ketakutan, dan kegagalan dari pejabat disana termasuk Gubernur negara bagian AS. 

"Mayoritas dari Anda semuanya lemah, kalian harus menangkap orang-orang itu," kata Trump kepada para gubernurnya dalam agenda konferensi yang digelar secara virtual.

Trump menyampaikan bahwa kelompok 'radikal dan anarkis' berada di balik kerusuhan ini, dan ia mendesak para Gubernur untuk menindak mereka.

"Kalian harus bisa mendominasi. Jika kalian tidak mendominasi, kalian hanya membuang waktu saja. Mereka akan menyudutkan kalian dan hanya akan membuat kalian terlihat seperti sekelompok orang brengsek, makanya, kalian harus mendominasi," tegas Trump.

Sementara itu Jaksa Agung AS Bill Barr, yang juga ikut dalam agenda tersebut, menyatakan hal yang sama kepada para Gubernur negara bagian AS yang diharapkan bisa 'mendominasi' jalan-jalan dan mengendalikan wilayah masing-masing.

Perlu diketahui, pernyataan Trump terhadap para Gubernurnya ini dilakukan pasca bentrokan berlangsung selama 6 hari yang memuncak pada hari Minggu lalu.

Bentrokan terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa di kota-kota yang tersebar di seluruh negara bagian, menyusul kematian warga keturunan Afrika-Amerika George Floyd.

Halaman
123
Penulis: Farid Farid
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved