Virus Corona di Malang

Pesantren di Kota Malang Boleh Buka saat New Normal Selama Patuhi Protokol Kesehatan

Pemkot Malang mewajibkan para santri membawa bukti tes polymerase chain reaction atau rapid test sebelum KBM di Pondok Pesantren (Ponpes) dimulai

SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Ilustrasi - Aktivitas santri di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin seusai sholat, Kamis (14/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mewajibkan para santri membawa bukti tes polymerase chain reaction atau rapid test sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) di Pondok Pesantren (Ponpes) dimulai. Hal itu untuk mencegah penyebaran corona di lingkungan pesantren saat pemberlakuan new normal.

“Selain itu, para santri juga harus membawa surat keterangan sehat sebagai bukti,” ucap Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif, Rabu (3/6/2020).

Husnul menjelaskan setiap ponpes yang ingin memulai KBM juga harus bisa menerapkan jaga jarak saat ibadah, belajar sampai tidur. Apabila kamar di ponpes tak mencukupi kriteria, ia menyarankan ruang kelas untuk dialihfungsikan sebagai tempat tidur santri.

“Nanti kami akan survei apakah kamar di pondok itu bisa menerapkan physical distancing. Kalau tidak, bisa pakai ruang kelas untuk dijadikan kamar,” katanya.

Syarat lain yang harus dipenuhi, lanjut Husnul, adalah pemeriksaan suhu tubuh secara berkala serta menyediakan tempat cuci tangan, di samping juga menjaga kebersihan fasilitas ponpes yang biasa digunakan secara komunal.

“Syarat ini sudah diatur dalam Perwali dan harus dipatuhi,” ucap dia.

Untuk memastikan penerapan protokol di lingkungan pesantren, Husnul menambahkan Pemkot Malang akan membentuk Gugus Tugas.

Gugus Tugas Pesantren, katanya, bertugas mengawasi perilaku santri, kebersihan lingkungan ponpes dan penerapan jaga jarak.

“Pengawasan dilakukan sepanjang hari mulai pagi sampai paginya lagi,” tutupnya.

Sebagai informasi, Malang Raya menjalani masa transisi menuju new normal mulai 1 Juni sampai 6 Juni 2020.

Selama masa transisi, KBM secara tatap muka di sekolah maupun pesantren masih ditiadakan.

Namun saat new normal, KBM secara tatap muka bisa diberlakukan di Malang Raya.

Syaratnya, setiap sekolah atau pesantren harus mematuhi protokol kesehatan sesuai Perwali atau panduan Kementerian Agama (Kemenag) tentang kegiatan di pesantren selama penerapan kebijakan new normal di tengah pandemi corona.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved