Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

3 Orang Dalam Satu Keluarga di Gubeng Surabaya Meninggal Diduga Karena Covid-19, Rapid Test Massal

Kasus meninggalnya satu keluarga di wilayah Gubeng Surabaya itu ditindaklanjuti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya lewat rapid test

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI - Warga mengikuti rapid test dan swab gratis di hari keempat yang digelar Pemkot Surabaya dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Terminal Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Kamis (4/6/2020).Pemkot Surabaya juga melakukan rapid tes bagi warga sekitar tempat tinggal keluarga yang kehilang 3 orang karena covid-19 di kecamatan Gubeng 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Satu keluarga di kecamatan Gubeng Surabaya dikabarkan harus kehilangan beberapa anggota keluarga sekaligus karena covid-19.

Seorang wanita bersama janin yang masih di dalam kandungan meninggal dunia. Mereka diduga terpapar Covid-19.

Naasnya kedua orang tua mendiang turut meninggal juga dan berstatus PDP.

Kasus meninggalnya satu keluarga di wilayah Gubeng Surabaya itu telah ditindaklanjuti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya .

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengungkapkan pihaknya sudah melakukan rapid test secara massal di wilayah gang di tempat tinggal keluarga yang meninggal tersebut.

“Sudah kami lakukan rapid test di seluruh gang itu,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Puluhan orang dilakukan test cepat itu. Sebab hal itu sudah menjadi cara Pemkot bila mendapati temuan di kampung.

Tracing yang dibarengi dengan pemeriksaan saat ini tengah digencarkan.

Dari hasil itu, memang beberapa ditemukan reaktif. Sehingga Pemkot melanjutkan untuk swab test.

Swab test tersebut nantinya bakal diprioritaskan oleh Pemkot. Swab bakal dilakukan untuk memastikan apakah benar-benar positif

Saat ini, mereka yang reaktif ada yang sudah dibawa ke Hotel tempat isolasi khusus yang disediakan Pemkot. Ada juga yang menjalani isolasi di rumah mereka.

Irvan mengungkapkan, selain itu pihaknya juga telah melakukan penyemprotan. Upaya demikian merupakan langkah yang diambil bila terdapat temuan kasus di wilayah perkampungan.

Kepala BPB Linmas ini berharap warga secara umum untuk terus memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat.

Hal itu agar kasus penyebaran kasus virus corona segera dapat diputus di Surabaya.

“Saya mengharapkan warga agar terus menyadari bahwa protokol kesehatan itu menjadi penting. Itu demi diri sendiri, demi keluarga dan demi orang lain juga,” ungkap dia.

(Yusron Naufal Putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved