Breaking News:

Virus Corona di Malang

Update Virus Corona di Malang, Penularan di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari Masih Masif

Dinkes Kabupaten Malang menyebut penularan virus corona di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari masih masif.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas medis mengambil sampel darah pedagang dalam Rapid Test On The Spot (OTS) di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Kamis (16/4/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menyebut penularan virus corona di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari masih masif.

Jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kecamatan Singosari mencapai 31 orang, diikuti Kecamatan Lawang yang berjumlah 18 orang.

"Artinya, penyebaran COVID-19 di Lawang dan Singosari masih masif," ujar drg Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinkes Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/6/2020).

Arbani menganalisa penularan COVID-19 di dua kecamatan itu terkait aktivitas di Pasar Pujon, Pasar Kota Batu, Pasar Singosari, dan Pasar Lawang," ungkap pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Aktivitas pasar yang melibatkan pedagang asal luar daerah itu ditengarai menjadi sarana penularan COVID-19.

"Pasar-pasar di Malang utara berintregasi dengan Pasar Keputran, Surabaya. Itulah rangkaian," beber Arbani.

Pola transaksi jual beli saling bertatap muka turut andil menaikkan angka terkonfirmasi COVID-19.

Arbani mengaku kesulitan membendung aktivitas berkerumun atau menghentikan sejenak kegiatan ekonomi di pasar tradisional.

"Karena pemenuhan kebutuhan ada di sektor itu. Tapi tetap kami deteksi," tutur mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini.

Arbani enggan mengungkap potensi penularan corona di fasilitas kesehatan, seperti di rumah sakit atau puskesmas.

Arbani mengakui bisa saja angka terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Malang mencapai angka 3 digit.

"Selama Surabaya masih zona hitam dan masih bertambah, kemungkinan itu ada," papar pria berkacamata itu.

Arbani berpendapat saat ini tergantung masyarakat menyikapi keberadaan COVID-19.

Pola pikir yang senantiasa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan bersih menjadi penyelamat masyarakat saat ini.

"Kalau menganggap covid adalah berkah, seharusnya masyarakat mengubah pola pikirnya ke arah new normal, dan menerapkan pola hidup sehat," pesan Arbani.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved