Breaking News:

Vrus Corona di Malang

Hasil Rapid Test Pedagang Pasar Lawang Reaktif, Dinkes Kabupaten Malang Upaya Cegah Paparan Covid-19

Dinkes Kabupaten malang menyebut sejauh ini sudah dilakukan rapid test untuk 50 orang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo membenarkan adanya pedagang pasar Lawang yang hasil rapid testnya reaktif 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membenarkan ada pedagang Pasar Lawang yang mendapat hasil reaktif usai menjalani rapid test COVID-19.

Dinkes Kabupaten malang menyebut sejauh ini sudah dilakukan rapid test untuk 50 orang.

"3 hari lalu, rapid test di Lawang itu kalau gak salah empat kali. Tepatnya di daerah pasar (Lawang), Sumber Porong dan wilayah lain, total 50 rapid test. Hasil total rapid test reaktif kalau tidak salah 15 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).

Arbani menambahkan, dua hari lagi akan dilaksanakan tes swab atau polymerase chain reaction (PCR).

"Pedagang yang reaktif harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari," tutur Arbani.

Saat menjalani isolasi mandiri, pedagang tak boleh melakukan aktifitas perdagangan di pasar.

"Nanti kalau swabnya dinyatakan negatif silahkan boleh aktifitas kembali. Kalau dinyatakan positif ya jalani isolasi mandiri di rumah atau di rusunawa," ujar Arbani.

Arbani menganalisa, penularan COVID-19 di dua kecamatan yang berada di wilayah Malang Utara itu berkaitan dengan aktifitas pasar tradisional.​

"Kenapa (penularan corona) bisa seperti itu, yang saya tengarai​ ada sangkutannya​ dengan Pasar Pujon, Pasar Batu, Pasar Singosari dan Pasar Lawang," ungkap pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Perdagangan pasar yang juga melibatkan pedagang asal luar daerah, ditengarai Arbani menjadi sarana penularan COVID-19.​

"Pasar pasar tersebut (pasar di Malang Utara)​ berintregasi dengan Pasar Keputran Surabaya. Nah rangkaian itulah," beber Arbani.

Pola aktifitas transaksi jual beli saling bertatap muka, menurut Arbani turut memberi andil dalam melonjakknya angka terkonfirmasi COVID-19.

"Ketemu orang jualan di Siingosari, Karangploso dan sebagainya," katanya.

Membendung aktifitas berkerumun atau menghentikan sejenak kegiatan ekonomi​ di pasar tradisional, disadari Arbani adalah hal yang sulit.

"Memang sulit mengatur keramaian di pasar. Karena​ pemenuhan kebutuhan ada​ di sektor itu. Tapi tetap kita lakukan deteksi," tutur mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved