Breaking News:

Kesehatan

Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Virus Corona di Indonesia Terjadi 10 Juni 2020, Total Ada 34316

Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Virus Corona di Indonesia Terjadi 10 Juni 2020, Total Ada 34316

Editor: eko darmoko
Shutterstock
UPDATE Virus Corona di Indonesia 

SURYAMALANG.COM - Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi virus corona atau Covid-19 dalam sehari.

Penambahan ini berdasarkan data yang diumumkan pemerintah pada 10 Juni 2020.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat ada penambahan 1.241 pasien positif Covid-19.

Angka ini merupakan jumlah kasus baru tertinggi dalam sehari, sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Dengan penambahan tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengungkapkan, total ada 34.316 kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Kita dapatkan konfirmasi kasus baru positif sebanyak 1.241 orang sehingga menjadi 34.316 orang," kata Yuri dalam konferensi pers dari Graha BNPB.

Penambahan 1.241 kasus baru ini merupakan hasil pemeriksaan dari 17.757 spesimen dalam sehari.

Tambahan kasus tertinggi sebelumnya yakni 1.043 kasus, pada Selasa (9/6/2020) kemarin.

Pada Rabu, kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 33.076 kasus Yurianto juga mengumumkan penambahan jumlah pasien yang sembuh dalam 24 jam terakhir, yakni 715 orang.

Maka, total pasien sembuh sampai saat ini menjadi 12.129 orang.

Kemudian, kasus kematian bertambah 36 orang.

Sehingga, pasien Covid-19 meninggal dunia menjadi 1.959 orang.

Adapun kasus Covid-19 hingga saat ini ini tersebar di 424 kabupaten/kota di 34 provinsi. (Kompas.com)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto (BNPB)

Termasuk Surabaya dan Kabupaten Malang, Zona Merah Jatim Sisa 11 Daerah, Khofifah : Bisa New Normal

Meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur masih bertambah, namun zona merah atau daerah yang berisiko tinggi penularan mengalami penurunan.

Per hari ini, Rabu (10/6/2020), zona merah Jawa Timur tersisa 11 daerah saja.

Padahal sebelumnya 38 kabupaten/kota Jatim sudah merah seluruhnya.

Namun kini status zona merah mulai menurun sehingga menyisakan hanya 11 daerah saja yang statusnya berisiko tinggi penularan covid-19.

Sebelas daerah tersebut adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Pamekasan, Jombang, Kabupaten Malang, Sidoarjo, Situbondo, Bojonegoro, Pasuruan, Tuban, Lamongan, Kota mojokerto, Kota batu, Kediri, dan Mojokerto.

Sedangkan yang masuk zona kuning ada lima kabupaten/kota.

Yaitu Kabupaten Trenggalek, Kota Pasuruan, Ponorogo, Lumajang, dan Kota Blitar.

Lima daerah ini masuk dalam kawasan berisiko rendah penularan Covid-19.

Sementara itu, 22 Kabupaten/Kota lainnya berstatus zona orange atau resiko sedang.

Yaitu Kabupaten Sampang, Kota Probolinggo, Bondowoso, Madiun, Blitar, Jember, Probolinggo, Nganjuk, Bangkalan, Sumenep, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Ngawi, Kota Kediri, Kota Malang, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun.

"Zonasi ini sesuai dengan indikator dari Gugus Tugas Pusat berdasarkan risiko tinggi, sedang dan rendah serta area tidak terdampak," ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/6/2020).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (4/6/2020)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (4/6/2020) (SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh)

Khofifah menerangkan, sesuai dengan 10 indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 terbagi menjadi empat.

Zona merah (Resiko Tinggi), zona orange (Resiko Sedang), zona kuning (Resiko Rendah) dan zona hijau (Tidak Terdampak).

Jatim sendiri, lanjut Khofifah, selama dua pekan terakhir mengalami penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Ada kenaikan di beberapa daerah sebaliknya juga ada penurunan bahkan tidak ada penambahan kasus tujuh hari berturut-turut sehingga statusnya menjadi kuning atau resiko rendah.

Begitu juga dengan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan angka kematian yang terkontrol.

Sementara angka kesembuhan secara prosentatif terus mengalami peningkatan.

"Kapasitas rumah sakit rujukan di beberapa daerah di Jatim pun relatif mencukupi bahkan di beberapa daerah seperti Magetan, Madiun dan Ngawi jumlah bed yang tersedia masih lebih," kata Khofifah.

Akan tetapi ia mengakui bahwa ada beberapa daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo jumlah bednya masih belum mencukupi.

Dalam waktu sepekan ke depan jika kedisiplinan meningkat kurva di Jatim bisa semakin melandai bahkan menurun.

"Sehingga harapan kita bersama seluruh kabupaten/kota di Jatim bisa segera masuk dalam tatanan hidup normal baru (new normal)," ujarnya.

Khofifah mengatakan, zonasi Covid-19 ini jangan sampai membuat masyarakat lengah sehingga mengurangi tingkat kewaspadaan.

Jika itu terjadi, lanjut Khofifah, maka bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang kedua penularan Covid-19. Ini yang harus kita hindari.

"Tetap waspada, disiplin, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat. Patuhi protokol kesehatan demi kebaikan bersama," pungkasnya. (SURYAMALANG.COM)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved