Breaking News:

Berita Bojonegoro Hari Ini

Polisi Ungkap Kronologi Guru SMP di Bojonegoro Kelabui 25 Gadis Difoto Tanpa Busana dan Disetubuhi

Satreskrim Polres Bojonegoro mengungkap kronologi seorang guru SMP yang perdaya 25 gadis untuk berfoto tanpa busana

SURYAMALANG.COM/M Sudarsono
Guru SMP Bojonegoro, Muhamad Hadi diduga memperdayai 25 cewek dengan modus menjadi fotografer. 

SURYAMALANG.COM | BOJONEGORO - Satreskrim Polres Bojonegoro mengungkap kronologi seorang guru SMP yang perdaya 25 gadis untuk berfoto tanpa busana sekaligus menyetubuhi para korban. Guru yang diketahui bernama Muhamad Hadi, warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas, tersebut kini sudah mendekam di tahanan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, mengatakan tersangka mengenal dengan para korban melalui jejaring media sosial Facebook. Kemudian Muhamad Hadi menawarkan keahliannya memotret, hingga puluhan perempuan bernasib malang itu terperdaya.

Akhirnya, salah satu orangtua korban yang masih pelajar di bawah umur melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Ngaku Fotografer, Guru SMP Bojonegoro Perdayai 25 Cewek, Disuruh Foto Tanpa Busana dan Disetubuhi

"Aksi guru SMP tersebut terungkap karena laporan dari korban yang masih pelajar disetubuhi, laporan pada 3 Juni lalu. Kenalannya dari Facebook perkiraan bulan Mei," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020).

Perwira lulusan Akpol 2000 itu menjelaskan, dari jumlah 25 korban yang disebut pelaku, 18 sudah teridentifikasi, 8 di antaranya sudah diperiksa, bahkan 3 perempuan mengaku sudah ada yang disetubuhi.

Untuk memperlancar aksinya, tersangka harus melakukan perjanjian di awal dengan para korban yang mengikat.

Di antaranya berlaku denda apabila hasil foto jelek, lalu korban diancam agar mau berfoto bugil.

Apabila hasil foto telanjang juga tidak bagus, maka pelaku memberi tiga opsi ke korbannya, yaitu jadi pacar, disetubuhi atau didenda Rp 60 juta. 

Korban yang tak kuasa menolak isi perjanjian itupun menuruti tersangka dengan berhubungan badan.

"Foto awal pakaian penuh, lalu seksi, kemudian vulgar. Para korban menuruti foto telanjang karena merasa tidak ada pilihan," ujar Kapolres.

Perwira menengah itu menambahkan, pelaku juga menjual foto bugil itu ke sebuah majalah dewasa dikirim melalui email dan mendapat Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk modelnya sendiri mendapat uang mulai Rp 250-500 ribu atas pemotretan tersebut.

"Kasus ini masih kita kembangkan, pelaku sudah ditahan dan dijerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun," pungkasnya.

Sementara itu, Muhamad Hadi tidak membantah atas perjanjian yang dilakukan terhadap korbannya, hingga berujung persetubuhan terhadap para korban. 

Disinggung terkait ancaman hingga persetubuhan, guru bidang ekstrakurikuler itu juga tak mengelak dan mengiyakan.

"Memang ada perjanjian, adegan foto bisa saya lakukan di tempat terbuka maupun ruangan. Sedangkan untuk persetubuhan dilakukan di hotel," ungkapnya menunduk. 
 

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved