Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Bawaslu Kabupaten Malang Tengah Cari Solusi Verifikasi Faktual Calon Independen saat Pandemi Corona

Bawaslu Kabupaten Malang tengah memikirkan solusi guna melakukan tahapan verifikasi faktual calon independen saat pandemi corona.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Jajaran anggota Bawaslu Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Bawaslu Kabupaten Malang tengah memikirkan solusi guna melakukan tahapan verifikasi faktual calon independen saat pandemi corona.

"Ketika ada daerah yang terindikasi (ada pasien corona), maka dalam pelaksanaannya melibatkan tokoh RT dan RW. Atau bisa juga melalui cara video call,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Muhammad Wahyudi ketika dikonfirmasi, Rabu (17/6/2020).

Jika pada akhirnya harus turun langsung ke masyarakat guna melakukan verifikasi faktual, Wahyudi memastikan, seluruh kebutuhan APD bagi para petugas di lapangan sudah mereka siapkan.

"Kami siap untuk memenuhi kebutuhan APD badan ad hoc kami baik di tingkat kecamatan maupun desa,” ungkap Wahyudi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini menjelaskan, tahapan verifikasi faktual calon perseorangan akan dimulai pada 28 Juni 2020 mendatang.

"Akan dilakukan pada 28 Juni 2020 untuk verifikasi faktual calon perseorangan," ungkap Anis.

Meski waktu pelaksanaan verifikasi faktual semakin dekat, hingga kini KPU Kabupaten Malang masih memikirkan cara guna memperoleh alat pelindung diri (APD).

“Kami sudah koordinasi dengan dinkes, nanti akan ada support kepada petugas kami,” ucap Anis.

Di sisi lain, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mendukung pelaksanaan verifikasi faktual dengan memanfaatkan teknologi.

"Bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan IT dan teknologi. Ini bisa diterapkan di untuk desa atau RW yang benar-benar masih zona merah,” kata Hendri.

Hendri menuturkan ada beberapa daerah seperti Desa Banjararum, Candirenggo, Pagentan di Kecamatan Singosari dan Desa Bedali, Sumberporong, Turirejo, Mulyorejo dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Lawang dimungkinkan untuk diterapkan video call.

“Pengawasannya nanti bhabinkamtibmas, babinsa, dan perangkat desa juga kecamatan akan hadir diantara petugas dengan pendukung pasangan calon tersebut,” jelas Hendri. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved