Jumat, 5 Juni 2026

Nasional

VIDEO Hewan Langka Kucing Emas Masuk Perangkap Babi, Tergolong ke Dalam Keluarga Harimau

Perangkap yang semula diperuntukkan untuk babi hutan, ternyata menjerat hewan langka kucing emas (Catopuma temminckii)

Tayang:
Editor: eko darmoko
Kompas.com
Seekor kucing emas langka terjerat perangkap babi dan kemudian di evakuasi BKSDA Bukittinggi, Selasa (17/6/2020) 

SURYAMALANG.COM - Perangkap yang semula diperuntukkan untuk babi hutan, ternyata menjerat hewan langka kucing emas (Catopuma temminckii).

Kucing emas itu terjerat di perkebunan milik warga di Nagari atau Desa Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Hewan langka yang juga dinamai golden cat atau fire cat itu tersangkut perangkap babi dan mengalami luka di kaki kiri bagian depan.

"Kucing langka itu terjerat perangkap babi milik warga, Selasa kemarin. Sekarang sudah dievakuasi," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Bukitinggi Vera Chiko yang dihubungi Kompas.com, Rabu (17/6/2020).

Viral 3 Cewek Injak Anak Kucing Sampai Mati, Ternyata 4 Kondisi Kejiwaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Doyan Ngopi dan Makan Nasi, Babi Hutan di Banyumas Juga Memiliki Kaki Seperti Ayam, Aneh Tapi Nyata

Chiko mengatakan, penemuan satwa yang dilindungi itu berawal dari informasi dari warga yang menemukannya saat terperangkap di salah satu ladang.

Kemudian, pihak BKSDA Bukittinggi langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Lokasi terperangkapnya kucing itu cukup jauh dari permukiman warga."

"Sekarang sedang kita obati di klinik satwa Kebun Binatang Bukittinggi," jelas Chiko.

Chiko menuturkan, kucing itu berumur remaja sekitar 4 tahun dengan jenis kelamin jantan dan ukuran sebesar anjing dewasa.

Menurut Chiko, jerat itu terpasang sejak dua hari lalu untuk menjebak babi hutan.

Saat warga mengecek hasil jeratan, bukan babi yang terjerat, melainkan kucing emas, yang masih satu keluarga dengan harimau.

"Info dari warga, perangkap itu sudah dipasang dua hari yang lewat."

"Warga juga menyebutkan kucing emas sering ditemui di kawasan itu," jelas Chiko.

Seekor Kucing Emas Asia (Catopuma temminckii) liar berada di salah satu garasi rumah warga di Desa Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Senin (12/3/2018). Keberadaan kucing emas liar yang digolongkan salah satu satwa Near Threatened (hampir terancam) tersebut di permukiman warga, diduga karena tekanan perburuan dan hilangnya habitat.
Seekor Kucing Emas Asia (Catopuma temminckii) liar berada di salah satu garasi rumah warga di Desa Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Senin (12/3/2018). Keberadaan kucing emas liar yang digolongkan salah satu satwa Near Threatened (hampir terancam) tersebut di permukiman warga, diduga karena tekanan perburuan dan hilangnya habitat. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS via Kompas.com)

Kucing emas termasuk keluarga harimau

Dibandingkan dengan kucing kampung, kucing emas berukuran lebih besar dan suaranya pun berbeda.

Tak heran, warga awalnya mengira ini adalah anak harimau.

Sunarto, ahli ekologi satwa liar dari World Wildlife Fund (WWF), menjelaskan klasifikasi biologis kucing emas kepada Kompas.com.

Menurut dia, spesies kucing emas bernama ilmiah Catopuma temminckii.

Spesies ini masih satu famili dengan harimau, yaitu Felidae.

Kucing emas merupakan salah satu kucing hutan.

Sunarto menyebut ada 9 jenis kucing hutan, antara lain harimau, macan tutul, macan dahan, dan kucing emas.

"Untuk kucing emas, ukurannya sedikit lebih kecil dibanding macan dahan dan lebih besar dibanding kucing kampung. Perkiraan kasar saya ukurannya 60-80 sentimeter," kata Sunarto saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (14/3/2018).

Kucing emas merupakan hewan liar yang bisa berburu.

Jika keberadaannya terusik atau terganggu, sangat mungkin kucing dapat menyerang.

Lembaga internasional untuk konservaasi alam (IUCN) yang fokus menangani hewan-hewan terancam punah menyatakan bahwa kucing emas statusnya Near Threatened atau rentan punah.

Sunarto menjelaskan, meski secara global statusnya rentan punah tapi belum tentu status yang sama juga dinyatakan di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, ada hewan yang berstatus aman secara global tapi di Indonesia statusnya sudah terancam punah.

"Jujur saja untuk kucing emas di Indonesia kami belum memiliki datanya," ujar Sunarto.

Spesies yang habitatnya ada di hutan dan dataran tinggi ini menurut Sunarto tetap terancam.

Salah satu buktinya saja, kita akrab dengan pemberitaan harimau tapi asing dengan kucing emas.

Ada beberapa hal yang mengancam populasi kucing emas ini, yakni keberadaan hutan dan perburuan.

Menurut Sunarto, kucing emas berbeda dengan kucing batu yang bisa hidup di perkebunan kelapa sawit dan semakin lama keberadaan hutan terancam.

"Kita belum pernah dengar kucing emas bisa hidup di (perkebunan) sawit. Hal ini yang perlu menjadi kekhawatiran," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved