Berita Surabaya Hari ini
Risma Minta Pedagang Toko Kelontong Surabaya Tegur Pembeli yang Abai Protokol Kesehatan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para pemilik toko kelontong untuk menegur calon pembeli bila tidak menerapkan protokol kesehatan
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para pemilik toko kelontong di Surabaya untuk menegur calon pembeli bila tidak menerapkan protokol kesehatan di era new normal. Risma bersosialisasi mengenai protokol yang termuat dalam Perwali nomor 28 tahun 2020.
"Jangan sampai karena satu pembeli yang lalai akan berdampak pada kita," kata Risma saat komunikasi daring dengan ratusan pengelola toko kelontong di Surabaya, Jumat (19/6/2020).
Protokol kesehatan saat ini memang tengah digalakkan dalam masa transisi new normal di Surabaya. Segala sektor harus menjamin hal itu dilakukan dengan disiplin.
Misalnya penjual atau pengelola toko kelontong wajib menyediakan tempat cuci tangan di depan toko sebelum pembeli masuk.
Selain itu, pihaknya juga menekankan agar di bagian kasir diberi pembatas plastik agar ada sekat antara pedagang dan pembeli.
Risma meminta jangan meremehkan pandemi virus ini.
"Kita tidak boleh ceroboh dan meremehkan. Tapi kita tidak boleh takut," ujarnya.
Pedagang diminta terus berinovasi di tengah keterbatasan yang dihadapi.
Dia juga meminta agar saat melayani konsumen, pedagang lebih aktif lagi dalam menjelaskan produk yang dibutuhkan pembeli.
Sebab, sebisa mungkin konsumen tidak memegang barang jualannya, bahkan saat transaksi pembayaran tidak boleh ada kontak fisik, meletakkan uang menggunakan nampan.
Apabila situasi toko sedang ramai pembeli, maka wajib diatur antreannya di luar toko sembari menunggu giliran.
Hal tersebut dilakukan agar physical distancing di toko kelontong juga tetap terjaga.
"Tetap harus diingatkan," ungkap Risma menambahkan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tri-rismaharini-atau-bu-risma.jpg)