Breaking News:

Virus Corona di Malang

Bupati Malang 'Curhat' Sulitnya Upaya Tangani Covid-19, Minta Kebijakan Protokol Kesehatan di Ponpes

Kasus di Kabupaten Malang saat ini berjumlah 164 orang dengan rincian 45 orang sembuh dan 18 pasien meninggal dunia.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Bupati Malang Muhammad Sanusi saat rapat evaluasi masa transisi bersama Gubernur Jawa Timur di Bakorwil Malang, Sabtu (20/6/2020) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bupati Malang Muhammad Sanusi mengaku tidak mudah menangani Covid-19.

Seolah Curhat, orang nomor satu di kabupaten Malang itu menceritakan bagaimana virus corona menyebar di wilayahnya.

Ia mengibaratkan jatuh bangun membuat suatu daerah agar kembali hijau, bisa runtuh karena datangnya seorang carier.

BREAKING NEWS : Malang Raya Sepakat Perpanjangan Masa Transisi Menuju ke New Normal

4 Poin Ini Jadi Langkah Pemkot Malang Saat Perpanjang Masa Transisi Menuju New Normal

“Perlu saya sampaikan kepada ibu Gubernur bahwa penanganan Covid-19 ini tidak mudah,” ujar Sanusi, saat rapat evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Bakorwil Malang, Sabtu (20/6/2020).

Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan penularan Covid-19 di Ngajum yang semula zona bersih.

Penularan terjadi karena seorang anak buah kapal (ABK) pulang kampung.

Begitu pula di sejumlah kecamatan lain yang penularannya serupa.

“Nah itu yang kami agak kesulitan memfilter di masa transisi ini warga Kabupaten Malang yang ada di luar,” katanya.

Berdasarkan data di situs Radar Covid-19 Jatim, kasus di Kabupaten Malang saat ini berjumlah 164 orang dengan rincian 45 orang sembuh dan 18 pasien meninggal dunia.

Klaster yang mendominasi berasal dari Malang utara yakni Kecamatan Singosari dan Lawang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved