Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 20 Juni 2020: 19 Pasien Baru & Aktivitas Pasar Lawang Dihentikan

Berikut update virus corona di Malang hari ini Sabtu 20 Juni 2020. 19 Pasien Baru & Aktivitas Pasar Lawang Dihentikan

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
kolase suryamalang.com
Update virus corona di Malang 20 Juni 2020 

"Kami gunakan 4 tangki air berisi disinfektan, puluhan anggota gabungan itu menyemprot sisi luar dan dalam Pasar Lawang," jelas Sigit.

Di sisi lain, Komandan Satgas New Normal Life, Letkol Inf Ferry Muzawwad menegaskan, upaya menyadarkan masyarakat melalui protokol kesehatan itu mustahil terwujud.

Jika yang bergerak hanya Pemkab Malang, TNI dan Polri.

"Saya yakin kalau masyarakat ini sama sama kerjasama membantu memutus corona, saya yakin ini cepat memutus corona," tegas Ferry.

Pria yang juga menjabat sebagai Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu itu menilai, masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain merubah kebiasaan kolot menjadi perilaku disiplin.

"Sekali lagi saya katakan, protokol kesehatan harga mati. Jika semua disiplin pasti bisa (menekan penularan corona," tegas Ferry.

Selama ini, pelanggaran yang sering dilanggar masyarakat adalah tidak memakai masker.

"Ada yang punya masker, hanya dikantongi tapi tidak dipakai kalau tidak ada petugas,” tutur Ferry.

Kebiasaan generasi muda yang masih suka nongkrong saat pandemi, turut disesalkan oleh Ferry.

”Tolong dong lakukan protokol kesehatan. kalau yang jiwa muda ayo bantu jangan sampai ornag tua, saudara tetangga kita yang mereka tidak tahu apa-apa terkena dampaknya," imbaunya.

Ferry tak ingin masyarakat yang tak berdosa malah terjangkit corona karena disebabkan perilaku tidak disiplin.

"Terbukti kemarin yang di (Kecamatan) Wagir, bayi 10 bulan pun terdampak (positif covid-19) padahal bayi itu tidak punya dosa. Ini adalah dampak-dampak akibat adanya orang-orang yang tidak disiplin,” beber Ferry. 

2. Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan target kota Malang untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 dalam dua minggu ke depan.

Sutiaji menyebut sedang memikirkan formula yang jitu dalam mengatasi kondisi yang dilanda Kota Malang untuk saat ini.

Dari hari ke hari jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus bertambah pesat.

Dari data Covid-19 per tanggal 18 Juni 2020, total ada 126 kasus Covid-19 di Kota Malang.

Penambahan kasus tersebut terus terjadi setelah adanya kelonggaran pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji usai mengikuti video conference yang membahas tentang percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur dengan Panglima TNI dan Kapolri, Jumat (19/6/2020).

Rapat yang berlangsung secara tertutup tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kota Malang, Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan pejabat dari daerah lain.

"Intinya rapat tadi soal kedisplinan. Bagaimanapun garda terdepan ini adalah masyarakat," singkat Sutiaji dihadapan awak media.

Dia menambahkan, bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat Kota Malang sangatlah rendah.

Hal tersebut dilihat dari operasi gabungan yang dilakukan oleh Forkopimda Kota Malang setiap hari.

Mereka selalu menemukan orang-orang yang masih tidak disiplin menggunakan masker dan terbukti reaktif saat menjalani rapid test.

"Seperti halnya kita melakukan kegiatan rapid test di Pasar Besar kemarin, pedagang tidak ada yang reaktif. Tapi yang reaktif dari masyarakat. Ini bukti bahwa pedagang lebih siap menjalani New Normal," ucapnya.

Oleh karena itu, kata Sutiaji pihaknya kini tidak akan memberikan toleransi jika melihat masyarakat yang masih tidak disiplin.

Sebab, kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang, beberapa hari belakangan ini banyak didapatkan dari klaster keluarga.

Kebijakan yang nantinya dia lakukan ialah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien terkonfirm positif.

Sedangkan bagi pasien yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 akan ditaruh di tempat karantina yang telah disiapkan Pemkot Malang.

"Sekarang semua sudah kami gagas. Termasuk juga pembentukan tim tracing per Kecamatan yang melibatkan perguruan tinggi dan tim satgas Nahdatul Ulama (NU)," tandasnya.

3. Jajaran pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma) menjalani rapid test Covid-19, Jumat (19/6/2020).

Kegiatan rapid test untuk jajaran pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (19/6/2020).

Untuk kegiatan ini, Unisma bekerjasama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Peduli Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Malang Raya.

"Uji rapid test dilakukan dua gelombang. Ini gelombang pertama," jelas Ketua Satgas Covid-19 Unisma H Noor Shodiq Askandar SE MM.

Wakil Rektor (WR) II Unisma ini menyampaikan, gelombang dua akan dilaksanakan pada 26 Juni 2020.

Dijelaskan, tujuan kegiatannya untuk mengetahui tingkat kesehatan para pimpinan.

"Kami ingin memastikan jika tidak ada Pimpinan yang reaktif virus covid-19. Namun jika ada yang reaktif, tentu saja kami akan mengambil langkah bagus yang dan memungkinkan agar para pimpinan terbebas dari virus covid-19” kata dia sebagaimana dalam rilis humas Unisma.

Lebih lanjut ia menyebutkan rapid test kepada 100 orang pimpinan Unisma yang terdiri dari jajaran pimpinan yayasan Unisma, jajaran rektorat, dekanat, kepala biro, kepala bagian hingga kepala unit lembaga di Unisma.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved