Breaking News:

Jendela Dunia

Korea Selatan Kecam Narasi Donald Trump dan Kim Jong Un dari Eks Penasihat Amerika Serikat

Dalam bukunya, The Room Where it Happened, Bolton menjabarkan seperti apa peran Trump maupun Presiden Korsel Moon Jae-in dalam pertemuan dengan Kim

AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). 

SURYAMALANG.COM - Korea Selatan melontarkan kecaman setelah mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, mengungkap narasi soal Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump.

Dalam bukunya, The Room Where it Happened, Bolton menjabarkan seperti apa peran Trump maupun Presiden Korsel Moon Jae-in dalam pertemuan dengan Kim.

Buku itu terutama membahas Penasihat Keamanan Korea Selatan, Chung Eui-yong, menuturkan Pemimpin Korea Utara itu ingin menemui Trump.

Begitu pemberitaan mengenai buku itu keluar, Chung mengklarifikasi isi dalam buku John Bolton "tidak menyampaikan fakta dengan akurat".

Menurut penasihat Moon, sebagian besar isinya mengesampingkan banyak fakta.

Namun, dia tidak memberikan detil apa saja bagian yang dia anggap tak akurat itu.

Chung menyatakan, menjabarkan detil dalam perundingan denuklirisasi merupakan "bentuk pelanggaran dari prinsip diplomatik dasar".

Selain itu, buku yang ditulis Bolton tersebut "bakal membahayakan kepentingan kedua pihak di masa depan", seperti dikutip AFP Senin(22/6/2020).

Sementara Cheong Wa Dai atau Gedung Biru, kantor kepresidenan Korsel, mengecam buku itu karena sudah "membelokkan fakta dengan prasangka dan bias".

Dalam bukunya, Bolton mengklaim presiden 74 tahun itu tidak siap untuk bertemu secara perdana dengan Kim di Singapura pada Juni 2018.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved