Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo Kota Batu Sepakati Nama Desa Baru

Kelompok Kerja (Pokja) Desa Tulungrejo mengadakan musyawarah dusun dengan mengundang 29 orang.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat panen Brokoli di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu 

SURYAMALANG.COM | BATU – Kelompok Kerja (Pokja) Desa Tulungrejo mengadakan musyawarah dusun dengan mengundang 29 orang yang terdiri atas kepala desa, para kepala dusun, tokoh agama dan masyarakat, Minggu (21/6/2020) malam. Pertemuan itu membahas pemekaran Desa Tulungrejo.

Sekretaris Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo, Arif Erwinadi, melalui keterangan tertulis menyatakan telah muncul beberapa usulan nama desa. Di antaranya Desa Ardi Rejo, Desa Junggo Sukomulyo, Desa Watugambang, Desa Ardi Mulyo Rejo, Desa Junggorejo Mekarsari dan Desa Junggorejo.

“Setelah musyawarah berlangsung dengan tanya jawab secara terbuka akhirnya disepakati bahwa dari warga Dusun Junggo menyepakati dan mengusulkan untuk nama desa hasil pemekaran Desa Tulungrejo dengan nama Desa Junggorejo.  Nama tersebut merupakan gabungan nama Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo,” kata Arif, Senin (22/6/2020).

Rencana ke depan, ada wacana pemekaran dusun.

Dusun Junggo rencananya dimekarkan menjadi dua dusun demikian pula Dusun Wonorejo.

Pusat pemerintahan desa telah disepakati terletak di tanah dekat Punden Watugambang seluas 1.000 Meter persegi.

Tanah tersebut merupakan hibah dari keluarga almarhum Surya Ananta Sudibyo, kepada Dusun Junggo.

Rencananya akan dibangun Balai Desa di situ.

“Sebab letak Punden Watugambang antara Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang sangat strategis jaraknya berdekatan antara kedua dusun,” imbuh Arif.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono berjanji akan segera menyelenggarakan musyawarah untuk Dusun Wonorejo, setelah itu dilakukan musyawarah bersama-sama antara perwakilan tokoh masyarakat Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo sebagai kesepakatan bersama.

“Proses selanjutnya adalah menentukan tapal batas antara Desa Tulungrejo dengan Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa,” katanya.

Batas desa berupa batas alam seperti sungai, jalan, bukit atau gunung dan saluran irigasi.

Ditegaskan Suliono, nama Desa Junggorejo telah melalui proses yang panjang sebelum usulan Pemekaran Desa Sumber Brantas dari Desa Tulungrejo.

Nama Desa Junggo Rejo tersebut telah beberapa kali menjadi bahan perdebatan dalam setiap pembahasan saat ada usulan pemekaran Desa Tulungrejo oleh warga Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo.

“Bahwa pecahnya Dusun Wonorejo dari Dusun Junggo beberapa puluh tahun yang lalu timbulah nama Dusun Wonorejo sudah cocok kalau nama desa yang baru menjadi Desa Junggorejo karena nama tersebut telah melalui kajian Sosial Budaya dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved