Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Ternyata Ada 2 Bandit Pasuruan Bersenjata Bom Bondet yang Ditembak Mati Polisi, Beraksi di 24 TKP

Kedua penjahat yang biasa membawa bom bondet itu dibekuk dalam waktu dan tempat berbeda dan berselang empat hari.

TribunJatim/Luhur pambudi
Barang bukti bondet dan celurit yang digunakan para pelaku yang ditembak mati polisi dalam aksi kejahatannya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ternyata ada dua orang bandit bersenjatakan bom ikan alias Bondet yang ditembak mati oleh Anggota Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Pelaku bernama Heru Kustiawan (25) warga Nguling, Pasuruan. Ia dilumpuhkan paksa oleh petugas di kediamannya Nguling, Pasuruan, Jumat (19/6/2020)

Sedangkan, pelaku Samsul Huda (20) warga Grati, Pasuruan. Pria bertubuh tambun itu, terpaksa dilumpuhkan petugas pada saat diringkus di Mojokerto.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunyodo Wisnu Andik mengatakan mereka dibekuk dalam waktu dan tempat berbeda dan berselang empat hari.

"Kami dari penyidik Polres Pasuruan atau Ditreskrimum Polda Jatim lakukan penelusuran sampai hari ini lakukan penangkapan," ujarnya di Halaman Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/6/2020).

Mereka terpaksa dilumpuhkan secara tegas dan terukur dengan memuntahkan timah panas pistol polisi, karena mencoba melawan petugas dengan senjata tajam jenis celurit.

Dan beberapa kali melempar bom ikan atau bondet untuk menghalangi sergapan petugas.

"Kepada keduanya petugas sudah melakukan upaya kemanusiaan, pertolongan, dan kemudian tersangka meninggal dunia," jelasnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, ungkap Trunoyudo, para bandit yang telah dilumpuhkan itu dilaporkan telah beraksi di 24 lokasi di Jatim.

Di antaranya, Sidoarjo, Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Penyidikan terhadap berkas kejahatan dua pelaku tersebut dan sejumlah pelaku lainnya yang lebih dulu ditangkap, akan terus dilakukan.

Guna menciptakan kondusifitas semasa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Mereka bergerak secara berjejaring. Tentu proses penyidikan tidak berhenti ini saja. Apakah berkaitan dengan kelompok lain atau berhenti di sini," pungkasnya.

(Luhur Pambudi)

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved