Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Kasus Positif Covid-19 Jatim Tertinggi Nasional, Persi Minta Rumah Sakit di Jatim Tambah Kapasitas

Ketua Persi Jawa Timur, dr Dodo Anondo telah meminta rumah sakit di Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi khusus pasien Covid-19

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
ILUSTRASI - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau gedung instalasi khusus layanan covid-19 di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Kamis (18/6/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dari data Kementerian Kesehatan, per 27 Juni 2020, Jawa Timur kembali mencatatkan tambahan tertinggi secara nasional yaitu 277 kasus dengan total kumulatif 11.178 kasus.

Melihat naiknya kasus Covid-19 di Jatim yang signifikan, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, dr Dodo Anondo telah meminta rumah sakit di Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi khusus untuk merawat pasien Covid-19.

"Saya sebagai ketua Persi mengimbau semua rumah sakit, baik rumah sakit rujukan atau tidak, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk membantu merawat pasien Covid-19, dengan meningkatkan kapasitas bed," kata Dodo, Sabtu (27/6/2020).

Imbauan ini dikeluarkan Dodo karena dari laporan yang ia dapatkan, rumah sakit-rumah sakit rujukan sudah tidak mampu lagi menampung Pasien Covid-19 terutama di daerah Surabaya Raya yang menjadi episentrum Covid-19 di Jawa Timur.

"Termasuk di RSUD dr Soetomo sudah penuh," lanjutnya.

Bukan hanya itu, ia juga mengatakan Asrama Haji Sukolilo yang digunakan untuk merawat pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) juga hampir penuh.

"Asrama haji itu kapasitasnya sekitar 500 pasien dan saat ini sudah lebih kurang 400 pasien. Artinya hampir penuh juga," ucapnya.

Dodo mengatakan, rata-rata rumah sakit di Jawa Timur sudah meningkatkan kapasitas ruang isolasi khususnya 10 hingga 20 persen dan terus bertambah.

Selain untuk membantu rumah sakit rujukan, Dodo mengatakan saat ini pasien umum non Covid-19 juga turun 40-60 persen sehingga rumah sakit difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Jika ditanya apa rumah sakit mampu dengan pasien Covid-19 yang segitu banyak, jawabannya ya mampu tapi kalau dari masyarakat tidak taat Protokol Kesehatan dan angka kasus terus naik tentu rumah sakit akan kewalahan," lanjutnya.

Dodo mengatakan baik pihak rumah sakit maupun tenaga kesehatan akan bekerja keras untuk menangani Covid-19 namun jika di hulu nya yaitu pencegahan di masyarakat diabaikan, tentu lama-lama rumah sakit maupun tenaga kesehatan akan tidak sanggup.

"Yang penting adalah kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, jika angka kasus terus naik, beban Nakes bertambah berat. Dan tentu akan membuat Nakes rawan tertular juga. Saat ini juga sudah banyak Nakes yang gugur," kata Dodo.

(Sofyan Arif Candra)

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved