Berita Malang Hari Ini

Gelar Aksi Bisu 7 Hari, Ini Tuntutan Mahasiswa UIN Maliki Malang

Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melakukan aksi sampai tujuh hari

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Aksi diam sejumlah mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang di depan kampus, Jalan Gajayana, Rabu (24/6/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melakukan aksi sampai tujuh hari, Senin (29/6/2020) di depan kampus satu Jalan Gajayana Kota Malang. Aksi hari pertama dilaksanakan pada Rabu (24/6/2020) yang disebut sebagai aksi diam dengan membawa sejumlah poster. Pada Sabtu (27/6/2020) dilakukan aksi doa bersama.

Ada tujuh tuntutan dalam tujuh hari aksi itu. Tagar aksi mereka adalah #UINMALANGSADAR, #Aksi7Hari7Tuntutan.

"Rencana aksi untuk besok, kami masih akan melakukan pembacaan tuntutan lagi dengan mahasiswa-mahasiswa UIN Malang," jelas Lala pada suryamalang.com, Minggu (28/6/2020).

Adapun tujuh tuntutan mahasiswa UIN Malang adalah:

1. Mendesak Rektor untuk merevisi Surat Edaran nomor 2041/Un.3/KU.01.1/06/2020 tentang Mekanisme Keringanan UKT dengan Pemotongan atau Keringanan UKT Sebesar Minimal 50% serta Penyederhanaan Persyaratan sesuai dengan KMA.

2. Mendesak kampus untuk mempublikasikan kuota mahasiswa yang mendapat keringanan UKT.

3. Mendesak Rektor untuk membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa akhir yang hanya menginput skripsi.

4. Menuntut Rektor untuk membuat kebijakan terkait penyelerasan model pembelajaran kuliah daring (online) pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.

5. Menuntut Rektor untuk mengalokasikan dana UKT Mahasiswa dalam bentuk subsidi kuota untuk pembelajaran daring semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.

6. Mendesak Rektor untuk segera menerbitkan surat keputusan sistem mahad selama kondisi pandemi.

7. Menuntut Rektor untuk mengembalikan uang mahad bagi angkatan 2019 dan pemotongan uang mahad bagi mahasiswa baru 2020.

Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 657/03/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan PTKIN, mulai diterapkan kebijakan Work From Home (WFH) sehingga seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring (dalam jaringan).

Dalam rilis yang diterima suryamalang.com, sistem perkuliahan daring membuat mahasiswa tidak bisa menikmati fasilitas kampus.

"Sehingga timbul berbagai pertanyaan, ke mana UKT mahasiswa yang telah dibayarkan. Apalagi mahasiswa sama sekali tidak menikmati akses kuota (paket data) yang disubsidikan kampus," kata mahasiswa UIN Maliki Malang pada rilis tersebut.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi UIN Maliki Malang soal aksi bisu para mahasiswanya itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved