Breaking News:

Berita Nganjuk Hari Ini

Sudah Ada 18.152 Orang Bepergian dengan Kereta Api Melalui PT KAI Daop 7 Madiun di Masa Transisi Ini

Jika dijumlahkan total penumpang kereta api di masa transisi new normal ini mencapai 18.152 orang.

suryamalang.com/Rahadian Bagus
ILUSTRASI - Sejumlah kereta yang menuju ke arah Timur, termasuk di antarnya tujuan Madiun atau yang melintasi Madiun mengalami keterlambatan, akibat adanya KA anjlok di Ngagrek Bandung. 

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - PT KAI Daop 7 Madiun mencatat sudah ada 18.152 orang yang telah bepergian antar kota dengan menumpang kereta api dalam 16 hari terakhir di masa transisi new normal.

Sejak mulai beroperasinya kembali KA jarak menengah dan jauh pada 12 Juni hingga 28 Juni kemarin, Daop 7 Madiun telah melayani 2.987 penumpang.

Sedangkan penumpang KA lokal yang dilayani pada periode yang sama sebanyak 15.165 orang.

Jika dijumlahkan total penumpang kereta api di masa transisi new normal ini mencapai 18.152 orang.

Disamping itu, terdapat 515 calon penumpang yang ditolak berangkat karena persyaratan tidak lengkap.

Adanya penumpang yang ditolak mengingat PT KAI tetap mengharuskan penumpang yang akan naik Kereta Api jarak jauh menunjukkan surat bebas Covid-19 yang masih berlaku.

Di mana sesuai Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 masa berlaku hasil PCR dan Rapid Test kini diperpanjang menjadi 14 hari.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, dengan aturan baru tersebut penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam rentang waktu yang singkat tidak perlu melakukan tes ulang selama hasilnya masih berlaku.

Namun yang jelas, menurut Ixfan, secara umum PT KAI mengharuskan seluruh penumpang kereta api dalam kondisi sehat, memiliki suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai pakaian lengan panjang atau jaket saat berada di area stasiun dan di dalam kereta api.

Selain itu, setiap individu yang melaksanakan perjalanan tetap wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, jaga jarak, sering mencuci tangan, serta menginstall aplikasi Peduli Lindungi di HP masing-masing.

Khusus penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

"Bagi calon penumpang yang gagal berangkat, uang tiket dikembalikan 100 persen sesuai harga tiket, di luar bea pemesanan. KAI berkomitmen menyediakan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan seluruh penumpang sehat sampai tujuan," ," kata Ixfan dalam rilisnya, Senin (29/6/2020).

Selain angkutan penumpang, KAI juga tetap berkomitmen melayani angkutan barang untuk masyarakat pada masa pandemi Covid-19 mulai dari angkutan bahan pangan, e-commerce, motor, dan lainnya melalui layanan Rail Expres.

"Hingga kini, layanan angkutan barang Kereta Api tersebut dirasa memberi manfaat besar bagi masyarakat," tutur Ixfan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved