Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Selasa 30 Juni Populer: Cara Belajar Daerah Zona Oranye & Bangku Kosong PPDB

Berita Malang hari ini Selasa 30 Juni populer: cara belajar daerah zona oranye dan bangku kosong PPDB SMA/SMK.

Suryamalang.com/kolase Tribun Jabar/Tribunnews.com
ilustrasi belajar daring dan PPDB SMA 

Agar harapan kami, orang tua terus mengawasi anaknya meski giat belajar mengajar dilaksanakan di rumah.

#4. Pembelajaran Secara Online Dilakukan Dengan Metode yang Lebih Efektif

Dengan metode efektif ini kami telah memiliki banyak contoh yang bisa langsung diterapkan di sekolah.

Seperti kami mendorong agar proses pembelajaran ini tidak perlu bertele-tele. Jadi itu ada pembuka-inti-terakhir.

Nah intinya itu yang harus singkat padat dan jelas. Tidak perlu ribet-ribet. Misalnya seperti pelajaran IPS tentang mata uang Arab Saudi 'Real', tidak usah cerita uang 'Real' seperti apa.

Jadi yang langsung contoh iniloh 'Real', iniloh 'Dollar'. Jadi langsung mengena.

Itulah yang kami maksud, dan guru harus memiliki banyak inovasi agar penyampaian metode pembelajaran itu efektif dan menyenangkan bagi siswa.

#5. Implementasi Kurikulum Secara Adaptif

Implementasi di lapangan kami lakukan secara adaptif. Di mana kami tetap mengutamakan pendidikan yang berkarakter bagi para siswa.

Jadi kurikulum tetap dilaksanakan sesuai dengan aturan, tetapi proses pembelajaran mengutamakan karakter. Agar anak ini paham dengan materi, tetapi karakterlah yang lebih diutamakan.

Misalnya, pintar tapi berkarakter. Bukan pintar saja dalam ilmunya.

Saya sering membuat kalimat, orang berkarakter insyaallah akan pintar, tapi orang pintar belum tentu berkarakter.

Contohnya pintar IT tapi tidak dipakai yang tidak benar berarti anak itu tidak berkarakter. Karena anak berkarakter pasti mikir.

Jadi anak disiapkan dulu karakternya, baru pintar

#6. Pelibatan Orang Tua dan Integrasi dengan OPD Terkait

Sekolah itu harus berkomunikasi dengan orang tua untuk memastikan putra putrinya agar melakukan pembelajaran di dalam rumah.

Koordinasi antar keduanya itu harus berjalan dengan baik, agar para siswa di saat proses belajar berlangsung tidak bermain atau bepergian.

Jadi monitoring harus terus dilakukan pada saat jam efektif. Seperti guru atau orang tua melakukan video call kepada siswa tersebut.

Maka dari itu peran orang tua harus bisa maksimal. Kalau dulu orang tua pasrah, sekarang tidak boleh pasrah. Karena masa depan anak ini juga bergantung dari orang tua.

Dan anak-anak ini merupakan tanggungjawab dari orang tua, pemerintah dan masyarakat.

Mulai dari awal Covid-19 proses komunikasi terus kami genjot melalui grup-grup wali murid yang telah kami bentuk dengan sekolah.

Bagi yang tidak memiliki handphone, ya berarti harus ada upaya lebih dari guru.

Contohnya, ketika saya melakukan monitoring ke sekolah pinggiran di Kota Malang, banyak guru yang mendekati masyarakat sekitar.

Jadi menitipkan informasi kepada tetangganya yang memiliki handphone. Dan saya kira, rasa tanggungjawab dari guru itu begitu besar.

2. Bangku Kosong PPDB

Pendaftaran PPDB di SMAN 3 Batu beberapa waktu lalu.
Pendaftaran PPDB di SMAN 3 Batu beberapa waktu lalu. (SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri)

Tahap III PPPD (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk SMK reguler dan rerata nilai SMA sudah diumumkan.

Peserta yang lolos seleksi harus melakukan daftar ulang.

Untuk 10 SMAN sudah memenuhi pagunya.

Namun sebagaimana PPDB tahun lalu, masih ada SMKN Kota Malang yang belum terpenuhi pagunya terutama di program keahlian tertentu.

Namun Dindik Jatim meminta tidak memperbolehkan menerima siswa di luar jalur PPDB.

"Yang kurang tidak boleh diisi," jelas Ema Sumiarti, Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu pada suryamalang.com, Senin (29/6/2020).

Hal ini mengacu pada pagu per Rombel untuk SMK minimal 15 siswa/kelas dan maksimal 36 siswa per kelas. Maka jika dibawah 36 bisa jadi satu rombel.

Di SMKN 6 ada juga kekurangan pagu di program keahlian Teknik Permesinan dan Teknik Ototronik. Untuk pertama kalinya di SMKN 6 mengalami ini.

Sidik Priyono menganalisis ada beberapa penyebab kenapa sampai ada program keahlian tidak memenuhi pagunya.

"Kemungkinan salah memilih jurusan, bingung, ikut-ikutan teman, nilai memang bersaing karena banyak wali murid/ siswa yang daftar pada hari terakhir tanggal 27 Juni jam 22.00 ke atas," jelas Sidik dikonfirmasi terpisah.

Bisa juga banyak peserta kemungkinan tidak mengerti tentang jurusan tersebut dan terakhir memang kurang diminati.

Jalur SMK reguler adalah bersaing lewat rerata nilai rapor dan unas 2019.

Tahun ini selain murni online juga ada perubahan pemilihan program keahlian di satu SMKN bisa dua pilihan dan SMKN lain bisa satu program keahlian.

Sedang di SMKN 13 juga mengalami hal sama. Seperti di Asisten Keperawatan kurang 15.

Yang terpenuhi rombelnya seperti di Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian karena hanya satu rombel.

"Kami ikuti aturan saja. Kasihan sekolah swasta," jelas Andri Kusdarmanto, Kepala SMKN 13.

Dengan sistem sekarang memang harus online semua.

Meski begitu ada pendaftar yang datang ke sekolah saat PPDB. Dicontohkan pendaftar itu dari Kota Batu. Saat ingin memilih SMKN 13 tapi tidak ada pilihan menu saat mendaftar di Kota Batu. Yang keluar di pilihan menu adalah SMKN di Batu.

Tapi ketika memilih menu pindah Kota Malang, baru bisa memilih sekolah di Malang.

Begitu juga pendaftar dari Kabupaten Malang. Yang keluar adalah hanya SMKN yang ada di Kabupaten Malang.

Nampaknya meski masuk SMKN tanpa zonasi, sepertinya sistemnya juga melindungi SMKN di wilayah masing-masing agar pagunya terpenuhi.

Seluruh SMAN-SMKN mengisi pagu sekolahnya lewat PPDB tahap 1 (afirmasi, kepindahan ortu, prestasi non akademik). Tahap II berupa seleksi zonasi SMA dan tahap III berupa seleksi rerata nilai untuk SMA dan SMK.

3. Ayah Kandung Paksa Anak Melayani Nafsu 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu (Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com)

Polresta Malang Kota menangkap seorang ayah yang tega memperkosa anak kandungnya.

Tersangka berinisial E alias Gowang (42), warga Jalan Terusan Mergan Raya, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Jadi korban yang berinisial IDF meminta dipijat oleh bapaknya yang tak lain adalah tersangka."

"Lalu muncul hasrat tidak terpuji dari tersangka."

"Dan kemudian tersangka melakukan persetubuhan kepada korban," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu di hadapan awak media, Senin (29/6/2020).

Perbuatan tersebut dilakukan terus menerus kepada korban sejak usia 13 tahun hingga 18 tahun.

Atau sejak tahun 2014 hingga awal April 2020.

Diketahui bahwa korban dan adiknya tinggal bersama dengan tersangka.

Sedangkan ibu korban diketahui telah cerai dengan tersangka sejak 8 tahun yang lalu.

"Semua perbuatan persetubuhan dilakukan oleh tersangka di rumahnya sendiri."

"Seusai melakukan hal tersebut, korban diancam oleh tersangka agar tidak melaporkan ke orang lain."

"Selain itu seusai melakukan aksinya, pelaku memberikan uang Rp 50 ribu kepada korban," tambahnya.

Karena tidak kuat, akhirnya korban berani melapor kepada ibunya.

Dan ibunya kemudian melaporkan apa yang dialami anaknya itu ke Polresta Malang Kota pada Senin (6/4/2020).

Polisi kemudian langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Dan langsung menangkap tersangka dan menggiringnya ke Mapolresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari pengakuan tersangka, ia melakukan hal tersebut sebanyak satu kali."

"Sedangkan dari pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan lebih dari sekali," bebernya.

Akibat aksinya tersebut, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (3) dan atau Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman hukuman maksimal," tandasnya.

(Sylvianita Widyawati/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Kukuh Kurniawan/Sarah Elnyora/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved