Breaking News:

Virus Corona di Malang

UMKM Kota Malang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Andalkan Promo Secara Online

Pemilik usaha sepatu rumahan Shoeka Shoes, David Wantino, mengatakan pemesanan produknya turun 30 sampai 40 persen karena pandemi Covid-19.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Pekerja Shoeka Shoes saat menata sepatu yang siap dikirim kepada pemesan. Foto: TribuJatim/Aminatus Sofya 

“Pemesanan paling banyak datang dari instagram, kedua website dan ketiga dari maketplace seperti Shopee,” ujar pria kelahiran Blitar ini.

David mengatakan belum pernah merumahkan karyawannya meski penjualan merosot.

Sebanyak 45 pekerja Shoeka Shoes tetap mendapat gaji seperti biasa dan tunjangan hari raya (THR).

Pun produksi Shoeka Shoes masih stabil yakni 30 hingga 45 pasang setiap hari.

“Karena kami sistemnya pre order jadi sesuai permintaan saja. Tetapi produksi tetap kok, antara 30 sampai 45 tiap hari,” ucap David.

Bahan Baku Terkendala

David sempat merasakan terkendala bahan baku akibat pandemi virus corona.

Salah satu bahan yang dia impor dari China, tersendat karena negara Tirai Bambu memberlakukan kebijakan karantina wilayah alias lockdown.

“Kalau langka kan pasti harga bahan jadi mahal ya. Tapi kami nggak kemudian naikin harga sepatunya. Selama masih ada margin untung, oke saja,” aku dia.

Selain itu, penjualan sepatu ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura juga mandeg karena kedua negara lockdown.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved