Update Zona Merah di Jawa Timur Selasa 30 Juni: Kota Malang & Batu Naik Zona Merah, Zona Hijau Nihil

Berikut update zona merah di Jawa Timur Selasa 30 Juni: Kota Malang dan Batu statusnya naik ke zona Merah, sekarang zona hijau nihil.

Suryamalang.com/kolase SHUTTERSTOCK/INTERSTID/infocovid-19jatim
update zona merah di Jawa Timur Selasa 30 Juni 2020 

10. Kabupaten Blitar 

11. Kabupaten Trenggalek

12. Kabupaten Situbondo 

13. Kota Kediri 

14. Kabupaten Magetan 

15. Kabupaten Probolinggo 

- Zona kuning (daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim)

1. Kota Madiun

2. Kabupaten Bondowoso

3. Kota Blitar 

4. Kabupaten Lumajang 

5. Kabupaten Ngawi 

6. Kabupaten Pacitan 

7. Kabupaten Ponorogo 

8. Kabupaten Banyuwangi 

9. Kabupaten Jember 

10. Kabupaten Madiun 

- Zona hijau (daerah tidak terdampak Covid-19)

Belum ada (nihil)

- Berita terkait virus corona di Jawa Timur:

1. Kabupaten Malang Gandeng Perguruan Tinggi Tekan Angka Covid-19

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Pemprov Jatim menyebut jumlah pasien corona di Kabupaten Malang mencapai 209 orang.

Dari data itu menunjukkan penularan corona di Kabupaten Malang masih fluktuatif.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan Pemkab Malang menyikapi hal tersebut dengan penambahan cara masa transisi.

"Masih masa transisi, dari ketiga menuju ke empat," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Pada masa transisi keempat ini, Pemkab Malang bakal menggandeng perguruan tinggi.

Wahyu menyebut ada Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Tujuannya, membantu Pemkab memantau kondisi di kawasan zona merah. Nanti di Singosari di kawal oleh UB, Lawang dikawal oleh UIN, Karangploso oleh Unisma dan Dau oleh UMM," ujar Wahyu.

Wahyu menyebut masyarakat masih belum disiplin terapkan protokol kesehatan, sehingga peningkatan corona masih saja terjadi.

"Banyak yang tidak disiplin, impor case, juga klaster yang terus berkembang," terang akademis ITN Malang ini.

2. 4 Dokter dan 30 Paramedis di Tulungagung Terinfeksi Corona

Kepala Dinkes Tulungagung sekaligus Jubir GTPP Covid-19 Tulungagung, dr Kasil Rokhmad.
Kepala Dinkes Tulungagung sekaligus Jubir GTPP Covid-19 Tulungagung, dr Kasil Rokhmad. (david yohanes/suryamalang.com)

Selama masa pandemi virus corona, ada 34 tenaga medis di Tulungagung yang terinfeksi virus ini. Mereka terdiri dari 4 dokter dan 30 paramedis.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, para medis yang terinfeksi lebih banyak jumlahnya. Kasil menduga karena para medis lebih banyak bersama pasien dibanding dokter.

“Mayoritas sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. Hanya beberapa yang masih sakit, tapi kondisinya sudah membaik,” terang Kasil, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung.

Lanjut Kasil, para medis banyak yang melayani di ruang perawatan isolasi bersama pasien.

Mereka harus berjaga bergiliran selama 24 jam di ruang perawatan, di antara mereka adalah perawat, bidan, apoteker dan tenaga gizi.

“Tenaga gizi misalnya, mereka tiga kali dalam sehari harus mengatar makanan pasien ke ruang isolasi,” ungkap Kasil.

Paramedis yang tertular mayoritas di RSUD dr Iskak.

Untuk memaksimalkan pencegahan penularan, Dinkes memaksimakan program Pencegahan Penyakit Infeksius (PPI).

Di antaranya menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk paramedis yang menangani pasien.

“Kami memenuhi kebutuhan gizi para medis yang tertular secara maksimal,” sambung Kasil.

Saat ini pemerintah tengah mendata paramedis yang terlibat penanganan Covid-19, untuk mendapatkan tambahan tunjangan.

Penularan Covid-19 di kalangan tenaga medis juga menimbulkan fobia di antara mereka.

Namun hal ini dianggap wajar, karena saat awal pandemi, virus ini tingkat penularannya sangat tinggi.

“Tapi sebagai tenaga medis, mereka tetap menjalankan tugasnya,” ujar Kasil.

Lebih jauh Kasil mengungkapkan, saat ini keganasan virus ini mulai melemah.

Hal ini penting diketahui para tenaga medis, agar mereka tidak mengalami ketakutan yang berlebihan.

Hingga saat ini belum ada tenaga medis di Tulungagung yang menjadi korban Covid-19.

Saat ini jumlah pasien corona akumulatif di Tulungagung sebanyak 231 orang, tiga di antaranya meninggal dunia karena mempunyai penyakit penyerta.

Sedangkan yang sudah sembuh sejumlah 168 pasien, atau 72,73 persen.

(Mohammad Erwin/David Yohanes/Sarah Elnyora/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved