Berita Malang Hari Ini

Warga Kampung Heritage Kayutangan Harap Pemkot Malang Beri Thermogun Sebelum Tempat Wisatanya Dibuka

Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang hingga kini masih belum membuka wisata.

hayu yudha prabowo/suryamalang.com
PEMBUATAN MURAL KAYUTANGAN - Pengunjung melihat peta Kampung Heritage Kayutangan saat melintasi mural kawasan Kayutangan tempo dulu yang masih dalam proses pembuatan di Kampung Heritage Kayutangan, Kota Malang, Kamis (29/8/2019). Penambahan mural ini untuk mempercantik kampung jelang kegiatan Oeklam Oeklam Nang Heritage Kajoetangan yang digelar 30-31 Agustus 2019. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sejak menerapkan masa transisi sebelum New Normal, Pemkot Malang telah mempersilahkan tempat wisata untuk buka. Akan tetapi, sejumlah tempat wisata di Kota Malang seperti kampung tematik atau kampung wisata masih enggan untuk membuka wisatanya.

Hal tersebut terjadi, karena mereka tidak ingin kampungnya menjadi tempat penyebaran corona. Ini karena banyaknya wisatawan yang datang dari daerah mana saja khususnya dari luar Kota Malang.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Nanang, warga Kampung Heritage Kayutangan yang hingga kini masih belum membuka wisata di kampungnya. Oleh karenanya, Nanang meminta thermogun kepada Pemkot Malang, sebelum kampung wissta di daerahnya dibuka.

"Kendala kami thermogun, untuk pengukur suhu wisatawan. Sampai saat ini kami belum dapat dari pemerintah. Karena ini sebagai bentuk kehati-hatian kami sebelum kampung tematik ini dibuka," ucapnya, Selasa (30/6/2020).

Nanang menambahkan selain meminta bantuan thermogun kepada Pemkot Malang dia juga rela apabila pembukaan Kampung Heritage Kayutangan diundur.

Dikarenakan, dia ingin menjaga kesehatan warga yang ada di kampungnya.

Selain itu, dengan adanya thermogun nanti, diharapkan dapat berfungsi efektif dengan baik untuk mendeteksi kesehatan dari wisatawan.

"Tidak masalah dibuka agak mundur. Kami agak sabar menunggu, agar semuanya sehat," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji berjanji akan menyanggupi permintaan dari warga yang tinggal di kampung tematik tersebut.

Dia bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) akan mengecek kesiapan tempat wisata di Kota Malang.

Yang sesuai dengan prokotol kesehatan seperti cuci tangan dan hand sanitizer.

"Thermogun insyallah bisa dan itu untuk di pintu masuk. Tapi disekian titik nanti harus ada tempat cuci tangan agar penyebarannya tidak di situ," ucapnya.

Sutiaji menyampaikan, bahwa dirinya tidak ingin kampung tematik di Kota Malang jadi klaster penyebaran Covid-19 baru.

Oleh karenanya, saat kampung tersebut dibuka harus disesuaikan dengan protokol kesehatan.

"Seperti Kampung Tridi, Kampung Warna-Warni Jodipan sebenarnya sudah siap. Kami tidak ingin ada klaster baru lagi di sana. Jadi kita ingin safety. Di kita tidak, tapi orang yang masuk bisa saja membawa virus," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved