Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

2 Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Malang Rusak

Dua dari tiga alat polymerase chain reaction (PCR) di Kota Malang rusak sejak sepekan lalu.

bpkad kota malang
Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dua dari tiga alat polymerase chain reaction (PCR) di Kota Malang rusak sejak sepekan lalu.

"Kami belum tahu penyebab dua alat itu. Katanya, ada yang error," ucap Sutiaji, Wali Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (1/7/2020).

Dua alat PCR yang rusak tersebut milik RS Lavalette dan RS Universitas Brawijaya (RSUB).

Rusaknya dua alat itu membuat Kota Malang tidak bisa menerima hasil sampel swab tes yang baru.

Kini Pemkot Malang mengandalkan alat PCR milik RS Saiful Anwar (RSSA).

Sesuai ketentuan, alat tersebut hanya bisa dipakai khusus bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Alat PCR milik RS Lavalette rusak sejak sepekan lalu. Sehari kemudian alat di RSUB yang rusak."

"Jadi RSUB hanya bisa menyelesaikan sampel swab sebelum-sebelumnya," ucap dr Husnul Muarif, juru bicara tim satgas Covid-19 Kota Malang.

Pemkot Malang sedang mencari beberapa alternatif baru pengganti alat PCR tersebut, termasuk komunikasi melalui laboratorium ITD Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Tetapi, laboratorium ITD Unair hanya bisa menerima 10 VTM per hari.

VTM adalah tempat yang digunakan setelah pengambilan hasil swabnya selesai.

"Seperti mobile PCR milik Pemprov Jatim, hanya pengambilan swab saja dan tidak bisa langsung diperiksa."

"Pemeriksaan tetap harus ke rumah sakit. Informasinya seperti itu," ucapnya.

Husnul menyampaikan PCR merupakan alat untuk mendeteksi adanya anti gen di dalam tubuh.

Jika hasil dari anti gen swabnya yang keluar itu positif, maka bisa dipastikan bahwa di dalam tubuh tersebut sudah ada virus.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved