Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

DPC PDIP Kota Malang Buat Aduan Perusakan Bendera Partai PDIP di Jakarta Ke Polresta Malang Kota

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata akan meneruskan pengaduan yang disampaikan oleh DPC PDIP Kota Malang.

TribunJatim/Kukuh Kurniawan
Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika (tengah) saat menunjukkan surat pengaduan terkait pembakaran bendera PDIP yang disampaikan kepada Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (1/7/2020) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan (DPC PDIP) Kota Malang buat pengaduan resmi ke Polresta Malang Kota, Rabu (1/7/2020).

Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengatakan pengaduan tersebut terkait aksi perbuatan pembakaran bendera partai PDIP saat berlangsung kegiatan aksi demo di Jakarta pada Rabu (24/6/2020).

"Kami disini melakukan pengaduan resmi terhadap aksi unjuk rasa di Jakarta pada Rabu (24/6/2020). Dimana aksi demo tersebut berimbas kepada aksi pembakaran bendera partai PDIP. Tentu saja kami sebagai kader dan petugas partai, merasa bahwa martabat, harga diri, dan kebanggan kami terganggu," ujarnya, Rabu (1/7/2020).

Ia menjelaskan agar kasus pembakaran bendera tersebut dapat diusut secara tuntas.

"Karena ini delik kejadian ada di Jakarta, maka kami hanya bisa memberikan pengaduan. Dalam arti mendorong Kapolresta Malang Kota untuk meneruskan pengaduan kami dan memberikan masukan kepada Kapolri. Dimana agar dapat bertindak tegas, dengan segera menangkap tiga orang pelaku yang kami laporkan di pengaduan tersebut," jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang itu menerangkan bahwa instruksi dari Ketua Umum Partai PDIP sudah jelas.

"Ibu Megawati menginstruksikan agar seluruh kader menggunakan jalur hukum. Dan tidak boleh ada tindakan kekerasan atau balas dendam kepada oknum yang melecehkan PDIP. Karena ini negara hukum, maka semua harus diproses secara hukum," bebernya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kehormatan dan Organisasi Partai DPC PDIP Kota Malang, Ahmad Wanedi menyayangkan adanya aksi pembakaran bendera partai PDIP.

"PDI Perjuangan adalah partai yang konsisten memperjuangkan demokrasi berlandaskan konstitusi dan hukum. Oleh karena itu, kami memilih jalur hukum terhadap pelaku pembakaran bendera partai," jelasnya.

Dirinya pun juga mengungkapkan bahwa ada 7 poin sikap DPC PDIP Kota Malang terhadap peristiwa tersebut.

"Yang pertama, seluruh kader PDIP Kota Malang merapatkan barisan dan siaga satu untuk membela kehormatan partai, kedua, mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera PDIP, ketiga, meminta agar Kapolresta Malang Kota mendorong Kapolri untuk segera menangkap pelaku pembakaran bendera dan memproses secara hukum, keempat, mengutuk keras perbuatan pembakaran bendera PDIP,"

"Selanjutnya kelima, pembakaran bendera PDIP adalah perbuatan yang menciderai demokrasi, keenam, DPC PDIP Kota Malang menjadi garda didepan untuk menjaga demokrasi berlandaskan Pancasila UUD 1945, pluralism dan keutuhan NKRI, dan ketujuh, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyat adalah kekuatan sebenarnya dari PDIP," bebernya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata akan meneruskan pengaduan yang disampaikan oleh DPC PDIP Kota Malang.

"Intinya kami mengakomodir apa yang disampaikan oleh DPC PDIP Kota Malang. Dan meski locus delicti berada di Jakarta, tetap kami terima pengaduannya. Nanti pengaduan tersebut akan kami sampaikan ke Polda Jatim, lalu dari Polda Jatim akan meneruskan ke Bareskrim Mabes Polri," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved