Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Sekolah Wajib Lakukan Verifikasi dan Validasi Keaslian Berkas PPDB 2020

Rangkaian proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri tahun 2020 telah usai sejak 28 Juni 2020

hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Ilustrasi - Informasi PPDB Kota Malang untuk masuk SMAN-SMKN dipasang di depan sekolah seperti di SMAN 3 Kota Malang, Senin (8/6/2020). PPDB dari rumah saja karena sedang pandemi corona, sehingga seluruh prosesnya lewat daring. 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Rangkaian proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri tahun 2020 telah usai sejak 28 Juni 2020. Namun, proses verifikasi dan validasi berkas PPDB yang dinyatakan diterima di SMA/SMK negeri tetap dilakukan hingga dua minggu ke depan.

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdie, menuturkan sesuai instruksi kepala Dinas Pendidikan Jatim bahwa seluruh kepala SMA/SMK wajib melakukan verifikasi berkas. Utamanya untuk keaslian surat keterangan domisili (SKD) dan KK.

"Ada 10 berkas yang harus diverifiksi dan divalidasi oleh sekolah, khususnya berkas SKD dan KK. Proses ini sudah dilakukan sejak hari Senin (29/6/2020) sampai dua minggu ke depan," ujarnya.

Selain kedua berkas tersebut, sekolah juga harus melakukan verifikasi Kartu Bantuan Pemerintah, SKTM (surat ketenagakerangan tidak mampu), Surat Ket Asosiasi Buruh, Surat Mutasi Orangtua, SK Mengajar Guru, SK NAKES, Sertifikat Kejuaraan, Surat Pernyataan Tidak buta warna dan tinggi badan dari orang tua serta Nilai rapot.

"Berkas-berkas ini akan kami minta keasliannya dari siswa dengan menghubungi mereka melalui telepon. Karena saat proses PPDB berlangsung semua berkas berupa foto. Jadi kami minta berkas yang asli untuk melakukan pengecekan berkas," paparnya.

Dianggap Mengundurkan Diri Jika Membuat Pernyataan

Sementara itu, bagi peserta didik yang dinyatakan diterima di SMA negeri jalur zonasi dan SMK negeri jalur reguler, secara otomatis sudah melakukan daftar ulang online, sehingga mereka hanya menunggu telepon dari sekolah untuk memberikan berkas asli PPDB di sekolah.

"Kami memang mengatur sistem daftar ulang online secara otomatis. Tapi peserta didik akan dianggap mengundurkan diri jika mereka membuat pernyataan mengundurkan diri. Jadi tidak ada anak yang tidak daftar ulang, kecuali mengundurkan diri," tegasnya.

Sementara itu, Alfian menegaskan jika tidak ada pemenuhan pagu setelah proses PPDB.

Bahkan di SMA/SMK di daerah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri dan Madiun tidak ada sisa pagu.

Karena itu ia menyarankan masyarakat untuk mendaftarkan putra-putri di SMA/SMK swasta.

"Kualitasnya sama. Uang gedung sekolah swasta juga jauh turun," katanya.

Tahun ini, PPDB Jatim jenjang SMA/SMK menerima 214.874 siswa.

Dengan rincian Tahap 1 SMA sebanyak 19.156 dan SMK 18.221.

Tahap 2 jalur zonasi SMA sebanyak 65.849 dan tahap 3, Jalur Prestasi nilai SMA sebanyak 21.444 serta reguler SMK sebanyak 90.204 siswa.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved