Virus Corona di Jatim

Aturan Wajib Jalani Rapid Test Bagi Calon Penumpang Digugat, M Soleh : Bukan Ranahnya Gugus Tugas

Menurutnya, sebagai warga negara perlu menguji-mengoreksi kebijakan yang mewajibkan rapid test bagi calon penumpang angkutan udara, laut dan darat

TRIBUNNEWS.COM
Suasana live Youtube program Overview Tribunnews.com bertemakan "Terjepit Biaya Tes Rapid', Kamis (2/6/2020). Aturan rapid test bagi penumpang akutan umum akan dituntut 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Advokat Surabaya M. Soleh, berencana akan menggugat kebijakan yang mewajibkan rapid test bagi calon penumpang baik udara, lautan dan daratan.

Hal ini dikatakannya saat menjadi pembicara di program Overview live Tribunnews.com bertemakan "Terjepit Biaya Tes Rapid' bersama dr. Tonang Dwi Ardyanto Wakil Direktur dan penelitian RS UNS yang juga salah satu jubir gugus tugas Covid-19, Kamis, (2/7/2020).

"Kita bicara kondisi ekonomi masyarakat. pasca PSBB ini setengah lumpuh. orang masih takut keluar kota dan belum tentu punya duit apalagi diperberat aturan yang mahal," ujarnya, Kamis, (2/7/2020).

Kemudian perbandingan harga yang mencolok dari rumah sakit dan maskapai yang juga menawarkan rapid tes.

Dia pun menanyakan seberapa akurat kualitas dari rapid tes yang berbeda harga itu.

Oleh sebabnya Senin, (7/7/2020) pekan depan pihaknya akan menggugat ini ke ombudsman.

"Di luar negeri ini nggak ada aturan rapid test. Ini yang berbicara anggota ombudsman nasional lho," imbuhnya.

Menurutnya, sebagai warga negara perlu menguji dan mengoreksi hal tersebut.

Dalam program overview dari live youtube Tribunnews.com, M. Sholeh yang bertemakan "Terjepit Biaya Tes Rapid" menyebutkan perihal kebijakan tes bila dibiayai pemerintah.

Advokat kondang ini mengaku bahwa rapid test tidak ada gunanya.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved