Berita Malang Hari Ini

Dinkes Kabupaten Malang Imbau Remaja Putri Tak Diet Ekstrem

Dinkes Kabupaten Malang minta remaja putri tidak diet terlalu ekstrem.

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang minta remaja putri tidak diet terlalu ekstrem.

"Dikhawatirkan mereka tidak memperhatikan menu dietnya. Pokoknya kurus sehinga memicu terkena anemia atau kurang darah dan sebagainya saat remaja dan sebelum menikah," ujar drg Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinkes Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (2/7/2020).

Arbani menambahkan anemia turut berkontribusi pada gangguan kesuburan.

"Karena saat mengandung bayi, bayinya jadi kurang menyerap gizi, dan melahirkan bayi stunting," tutur Arbani.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini sebenarnya tak melarang remaja melakukan diet.

"Menu dietnya wajib etap terjaga dan sehat," ujar mantan Direktur Utama RSUD Lawang itu.

Arbani menyarankan menu diet yang baik dengan mengurangi porsi karbohidrat.

Namun, menggantinya dengan menu kaya serat dan tinggi protein.

"Sebaiknya nasi dikurangi karena karbohidrat itu yang membuat mohon maaf, seseorang jadi gendut. Agar seimbang karbohidratnya sedikit. Nasinya sedikit tapi banyakin sayur atau lauk pauk. Jadi porsi sumber protein yang diperhatikan ," jelas Arbani.

Di sisi lain, kasus stunting di Kabupaten Malang masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Sejak 2019 presentase stunting di Kabupaten Malang mencapai 12,6 persen dari 36.000 anak.

Upaya yang katanya sudah dilakukan adalah posyandu dan sosialisasi terkait gizi sehat untuk anak usia dini

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved