Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Pemkot Bakal Fasilitasi Swab Test ke Ibu Hamil Surabaya, Siapkan 5 RS Rujukan

Pemkot Surabaya bakal memfasilitasi swab test pada ibu hamil di usia 37 minggu

Kompas.com
Ilustrasi swab test Covid-19 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya bakal memfasilitasi swab test pada ibu hamil di usia 37 minggu. Ini dilakukan untuk penanganan lanjutan yang akan diberikan kepada ibu hamil tersebut.

"Jadi dalam masa pandemi ini, semua ibu hamil di minggu ke-37 akan kita lakukan swab," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita.

Feny, begitu ia disapa, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pemetaan terkait dengan penanganan ibu hamil di Surabaya. Artinya, bila dari hasil swab test yang dilakukan didapati ada yang positif, maka sudah disiapkan secara khusus.

Begitu pula sebaliknya. Jika hasilnya negatif, juga sudah ditentukan penanganannya, sehingga, hasil dari swab itu mempengaruhi rujukan nantinya.

"Jadi ketik pada saat temen-temen puskesmas ataupun bidan praktek swasta dan rumah sakit lainnya untuk merujuk ibu hamil itu sudah pasti (hasilnya)," ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya sudah menunjuk beberapa rumah sakit secara khusus yang diperuntukkan untuk ibu hamil yang terpapar corona.

Bahkan, menurut Risma rumah sakit yang dipilih itu sudah menyatakan siap.

"Kami sudah nunjuk rumah sakit obgyn untuk melahirkan, ada beberapa yang siap dia kalau terpapar. Mereka butuh peralatan apa kita akan bantu," terang Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Dari keterangan resmi Pemkot Surabaya sudah ada lima rumah sakit yang dipersiapkan dan digandeng Pemkot, di antaranya, RSIA Putri, RSIA Kendangsari, RS Al-Irsyad, RSUD dr. M. Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

Sebelumnya, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memfasilitasi tes Swab atau tes PCR Covid-19 pada ibu hamil usia 37 Minggu.

Pasalnya berdasarkan Diskusi webinar program AWC (Airlangga Webinar Conference) Covid-19 series yang diadakan Fakultas Kedokteran Unair pada 11 Juni 2020, mengungkap fakta dalam sehari ada 7 kasus pasien yang datang ke kamar bersalin RSUD dr Soetomo membawa hasil rapid test positif.

Ketua POGI Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG K-Onk mengungkapkan jika ibu hamil datang tanpa membawa data hasil tes Covid-19, mak pihak rumah sakit tidak akan berani melakukan penanganan.

Untuk itu POGI mengusulkan saat di Puskesmas ibu hamil yang datang pada usia kehamilan 37 harus di tes swab, sehingga saat bersalin dokter akan tahu status ibu hamil negatif atau positif.

"Jika pada kehamilan 37 minggu, belum ada tesnya kemudian datang ke kamar bersalin pembukaannya sudah 8. Kami tidak punya waktu untuk melakukan test, kan jadi sangat bahaya karena belum ada data, kemudian bercampur dengan pasien lain itu jadi penyulit," urainya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved