Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Polresta Malang Kota Tembak TO Pelaku Curanmor di Kedungkandang, Sempat Sembunyi di Lahan Tebu 5 Jam

Unit Resmob Satreskrim Polresta Malang Kota tembak pelaku curanmor, sempat sembunyi di lahan tebu selama 5 jam

Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Unit Resmob Satreskrim Polresta Malang Kota tembak pelaku curanmor. Dari informasi yang dihimpun TribunJatim.com (grup suryamalang.com), peristiwa itu terjadi Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Perdana Kusuma, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang.

"Iya memang benar, pelaku yang kami lakukan tindakan tegas dan terukur ini bernama Sukardi alias Abenk (37), warga Kedungkandang. Pelaku ini diketahui telah melakukan aksi kejahatan curanmor sebanyak dua kali di wilayah Sukun," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Kamis (2/7/2020).

Ia menjelaskan pelaku telah cukup lama menjadi Target Operasi (TO) petugas kepolisian.

"Jadi saat itu kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa pelaku dan temannya yang bernama Hariyanto sedang berada di Jalan Perdana Kusuma. Petugas Resmob kemudian langsung bergerak ke lokasi tersebut," jelasnya.

Ternyata informasi tersebut benar, akhirnya petugas kemudian langsung bergerak menangkap pelaku dan temannya.

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku berhasil melarikan diri dari petugas. Pelaku kemudian kabur dan bersembunyi di sebuah lahan tebu. Sedangkan teman pelaku yaitu Hariyanto, ternyata diketahui memiliki sabu sehingga kami tangkap dan kami serahkan ke Unit Satresnarkoba," bebernya.

Pelaku Sukardi sendiri sempat bersembunyi di lahan tebu tersebut selama 5 jam.

"Setelah 5 jam, petugas Resmob kemudian mengetahui keberadaan pelaku. Saat akan ditangkap, pelaku ternyata justru melawan ke petugas memakai senjata tajam berupa pisau. Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dan terukur (menembak) ke pelaku tersebut," imbuhnya.

Pelaku pun langsung tersungkur dan segera dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

"Namun saat dalam perjalanan ke rumah sakit, pelaku akhirnya meninggal dunia. Jenazah pelaku sendiri telah kami serahkan ke pihak keluarga, dan juga telah dimakamkan," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved