Presiden Korsel Meminta Trump Segera Bertemu Kim Jong Un untuk Redam Konflik yang Semakin Panas

Presiden Korea Selatan meminta Donald Trump untuk segera berdialog dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). 

Sehingga momentum dialog yang melibatkan Amerika Serikat dan kedua Korea bisa dipertahankan.

Moon menekankan bahwa kedua Korea tidak boleh kembali ke masa gelap dimana konflik masih memanas.

Padahal, setelah melalui jalan yang panjang, beberapa tahun belakangan hubungan kedua negara saudara tersebut cukup stabil.

Meski demikian, hingga saat ini masih belim jelas bagaimana agenda Trump dan Kim pada November nanti.

Awal pekan ini, Wakil Sekretaris Negara, Stephen Biegun, perwakilan Washington di Pyongyang menyatakan adanya keraguan tentang kemungkinan itu.

"Saya pikir itu mungkin dan tidak mungkin, baik sekarang maupun nanti saat pemilu AS," kata Biegun.

Faktor yang bisa membuat pertemuan tersebut menjadi mustahil diantaranya pandemi Covid-19.

Ditanya tentang pernyataan Biegun, pejabat Gedung Biru hanya mengatakan dia mengetahui soal pendapat Biegun tanpa banyak memberikan komentar.

Keinginan Moon Jae In untuk berdamai dengan Korea Utara

Moon memang berkeinginan untuk terus memertahankan hubungan baik dengan Korea Selatan.

Moon diketahui merupakan orang yang menjadi fasilitator dalam proses perdamaian dengan Korea Utara.

Tak hanya itu, tahun ini sejak 2019 lalu Moon berencana untuk terus mendorong kerjasama antar-Korea.

Termasuk pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Namun hingga saat ini dialog mengenai denuklirisasi masih belum terealisasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved