Berita Surabaya Hari Ini

Calon Mahasiswa Sesalkan Rapid Test UTBK SBMPTN 2020 yang Mendadak, Dokter Kaget Tiba-Tiba Membludak

Sebanyak ratusan peserta UTBK SBMPTN 2020 mengantre untuk menjalani rapid test sejak pagi di Klinik Modern Dasa Medika Surabaya.

ahmad zaimul haq/suryamalang.com
Ratusan calon mahasiswa saat akan menjalani rapid test di Klinik Modern Dasa medika, Jalan Diponegoro Surabaya, Jumat (3/7/2020). Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan calon mahasiswa mengantongi hasil status negatif Covid-19 saat akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, mengakibatkan tempat laboratorium klinik ramai dipadati calon mahasiswa. 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Sebanyak ratusan peserta UTBK SBMPTN 2020 mengantre untuk menjalani rapid test sejak pagi di Klinik Modern Dasa Medika Surabaya. Bahkan dokter yang bertugas dipaksa melayani pasien hingga pukul 14.30 WIB.

Sebanyak 60-100 lebih pasien hari ini rela mengantre hingga di luar klinik demi untuk mendapatkan salah satu syarat UTBK ini. Dokter Umum Klinik Modern Dasa Medika Surabaya, dr Shelivia Destiana, mengaku kaget dengan kabar yang baru diterima pagi tadi terkait membuka tes rapid untuk para peserta UTBK sebagai salah satu syarat ujian.

"Kami baru dapet infonya tadi pagi. Untungnya kami ada stok sehingga bisa melayani peserta agar tidak terjadi pembeludakkan di tempat lain," katanya.

Shelivia merasa kaget dengan banyaknya jumlah peserta yang mengikuti rapid tes di Klinik Modern Dasa Medika ini.

"Kaget ternyata sebanyak ini, tak hanya peserta dari Surabaya, bahkan banyak yang rapid test ini datang dari luar daerah seperti Gresik, Sidoarjo, hingga Pasuruan," ujar dr. Shelivia.

Alasannya beragam, mulai dari antrian di penuh hingga takut kerumunan.

"Mereka (peserta UTBK) bilang ditempat lain terjadi antrean yang panjang hingga ke jalan, saat mereka mencoba pindah ke cabang yang lain pun sama seperti itu, hingga mereka pergi ke Surabaya untuk rapid test ini," ungkapnya.

Untuk hasil rapid test diumumkan pihak klinik 15 menit setelah pasien diambil darah, sedangkan untuk surat keterangan dan surat hasil rapid test menyusul.

"Karena untuk membuat surat itu harus input data dulu sehingga kami bagi waktu pengambilan hasil surat, banyak sekali yang mengikuti tes hari ini, pasien yang tes pagi hari bisa ambil suratnya sore, kalau yang agak siang bisa diambil malam, nah kalau tesnya dia jam 12 ke atas kami suruh ambil besok," ungkapnya.

Meski terbilang benyak peserta yang mengikuti rapid test, Shelivia mengungkapkan rasa syukur dikarenakan tak ada peserta UTBK yang reaktif.

"Sampai kami tutup setengah 3 tadi, alhamdulilah sejauh ini hasil rapid test di sini non-reaktif semua," tutupnya.

Sementara itu, Aji salah satu peserta UTBK SBMPTN di UPN Veteran Jatim menyesalkan keputusan rapid test yang dinilai terlalu mendadak.

"Sebenernya saya tidak masalah harus mengikuti rapid tes, namun apabila jadwal tes seperti saya yang kebagian tanggal 5 Juli 2020 ya kasihan, karena terlalu mepet dengan ujian, informasi juga saya dapat baru tanggal 2 Juli kemarin," ungkapnya.

Namun peserta UTBK asal Surabaya ini merasa bersyukur karena hasil tes menunjukan Aji non reaktif Covid-19 sehingga dapat mengikuti UTBK SBMPTN 2020 setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan. (Mohammad Zainal Arif)

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved