Penjual & Penyembelih Hewan Kurban Harus Punya Surat Sehat, Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Dinas Peternakan Jawa Timur mewajibkan semua penjual maupun penyembelih hewan kurban Idul Adha memiliki surat keterangan sehat.

SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
ILUSTRASI - Pedagang hewan kurban di Sidoarjo jelang Hari Raya Idul Adha tahun lalu. Di masa Pandemi Covid-19 saat ini penjual dan pemotong hewan kurban harus memiliki surat keterangan sehat 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Menyambut Hari Raya Idul Adha, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Wemmi Niamawati mewajibkan semua penjual maupun penyembelih hewan kurban memiliki surat keterangan sehat.

Hal ini merupakan salah satu antisipasi untuk meminimalisasi penularan Covid-19 saat Hari Raya Idul Adha.

"Ini karena ada pendemi Covid-19, jadi yang disertai surat kesehatan bukan hanya hewan kurbannya saja namun harus pedagang maupun penyembelihnya juga harus memiliki surat keterangan sehat. Cukup dari Puskesmas tidak perlu rapid test. Tapi kalau mau rapid test malah lebih bagus," ujar Wemmi, Jumat (3/7/2020).

Lebih lanjut Walaupun Covid-19 tidak menular ke hewan ternak, Wemmi juga meminta peternak, penjual, dan juga penyembelih hewan kurban tetap menjalankan Protokol Kesehatan.

Yaitu dengan disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mulai dari masker, apron hingga sarung tangan.

"Sebenarnya yang menular adalah penyakit Antraks. Meski demikian memang ada perbedaan antara tahun ini dengan sebelumnya karena ada Pandemi Covid-19," lanjutnya.

Wemmi mengatakan alokasi sapi untuk pemotongan kurban tahun ini sebanyak 56.160 ekor.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun 2019 yaitu sebanyak 63.000 ekor.

"Kalau untuk total stok sapi, tahun ini adalah 529.346 ekor," ucapnya.

Sedangkan untuk kambing total ketersediaan tahun ini adalah 2,1 juta ekor.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved