Breaking News:

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini 5 Juli 2020 Populer: Alasan Angka Positif Virus Corona Naik & Pasar Tangguh

Berita Malang hari ini Minggu 5 Juli 2020 populer: alasan angka positif virus corona naik dan 3 pasar yang sulit jadi pasar tangguh.

Suryamalang.com/kolase
Sutiaji dan Pasar Tangguh 

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang berharap Pasar Oro-oro Dowo bisa menjadi pilot project pasar tangguh lain di Kota Malang.

"Saat ini pasar tangguh masih Pasar Oro-oro Dowo. Kami sedang mempersiapkan Pasar Bunul dan Pasar Klojen untuk menjadi pasar tangguh," ucap Wahyu Setianto, Kepala Diskoperindag Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (4/7/2020).

Wahyu menyampaikan syarat mutlak yang harus dipenuhi pasar tangguh adalah menerapkan prosedur prokotol Covid-19, seperti memiliki bilik sico, wastafel dan thermogun.

Pedagang pasar harus mengenakan masker, face shield, dan memakai sarung tangan, serta ada pembatas jarak antar pedagang.

"Pembatasanya seperti plastik itu. Biar antara pembeli dan pedagang tidak kontak langsung. Termasuk ada tempat untuk uang khusus biar transaksinya tidak langsung dari tangan ke tangan," ucapnya.

Dari 26 pasar tradisional di Kota Malang, ada tiga pasar yang sulit menjadi pasar tangguh, yaitu Pasar Kebalen, Pasar Blimbing, dan Pasar Induk Gadang.

Wahyu mengungkapkan mayoritas pedagang di Pasar Kebalen merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Pedagang jualan di jalan raya sehingga kondisi di dalam pasar sepi.

Begitu juga di Pasar Blimbing yang kata Wahyu kondisinya cukup padat.

"23 pasar lain bisa menjadi pasar tangguh asal dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Di sisi lain, dengan adanya pasar-pasar yang telah direvitalisasi di Kota Malang juga bisa menjadi pasar tangguh.

Pasar-pasar itulah yang nantinya dijadikan project pasar tangguh karena lebih mudah diatur.

Meski di pasar tradisional lain yang belum direvitalisasi, protokol kesehatan telah dilakukan walaupun belum berjalan secara maksimal.

"Dengan adanya pasar tangguh ini jadi tantangan kami, pedagang dan pengunjung agar lebih tertib lagi."

"Kami juga akan menyiapkan alat-alat seperti APD agar bisa berjalan lebih maksimal," tandasnya.

3. Harga Daging Ayam Ras Naik 

Pedagang daging ayam ras di pasar tradisional di Kota Malang.
Pedagang daging ayam ras di pasar tradisional di Kota Malang. (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional meroket sampai Rp 40.000 per kilogram.

Langkanya pasokan daging ditengarai menjadi penyebab naiknya harga selama dua pekan terakhir.

“Barangnya ndak ada tapi permintaan besar. Jadi harganya tinggi,” ucap seorang pedagang ayam di Pasar Besar Malang, Hamidah, Sabtu (4/7/2020).

Dia mengatakan harga daging ayam naik secara bertahap mulai Rp 32.000 sampai kini tembus Rp 40.000.

Tak hanya ayam ras, haraga daging ayam kampung juga ikut terkerek karena stoknya yang mulai menipis.

“Ayam kampung juga lumayan sekarang Rp 50.000 per kilogram,” katanya.

Hamidah menyebut stok daging ayam ras turun hingga 50 persen dari biasanya.

Saat ini, dia hanya mendapat 30 ekor dari sebelumnya 60 ekor per hari.

“Stoknya langka,” ungkap dia.

Selain harga daging, bagian ayam lain seperti ceker, kepala dan sayap turut naik.

Sayap ayam kini dihargai Rp 35 .000 per kilo dari sebelumnya Rp 30.000 per kilo.

Sementara ceker ayam dijual Rp 30 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilo.

“Kalau kepala saat ini Rp 12 ribu per kilo,” tutupnya.

Tingginya harga daging ayam menjadi pemicu inflasi Kota Malang sebesar 0,44 persen pada bulan Juni.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat lonjakan harga daging ayam ras sebesar 12,81 persen dan memiliki andil terhadap inflasi 0,15 persen.

Selain itu, kenaikan harga pakaian, turut memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen.

Harga pakaian wanita pada bulan Juni naik sebesar 6,87 persen

(Aminatus Sofya/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Sarah Elnyora/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved