Breaking News:

Nasional

Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan, Ini Daftarnya

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs Herizal MSi menyebutkan dalam keterangan tertulisnya bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu dari berbagai kondisi

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Sebagian wilayah Indonesia kini memasuki musim kemarau pada periode tahun 2020 ini, tetapi sejumlah wilayah masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan.

Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat bahkan disertai angin kencang masih akan terjadi dari tanggal 6 sampai 8 Juli mendatang.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs Herizal MSi menyebutkan dalam keterangan tertulisnya bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu dari berbagai kondisi atmosfer.

Pertama, ada intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.

"Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembab," kata Herizal.

Kedua, ada massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulaua Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.

Begitu juga dengan 17 daerah provinsi yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang hingga kuat.

Terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur.

Begitu juga dengan konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang dari Sumatera barat hingga Bengkulu, di Laut Timor.

Daerah belokan angin terdapat di Sumatera Bagian Tengah, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Samudra Pasifik Utara Papua. Sehingga, terpantau Low Level Jet dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Samudra Pasifik Timur Philipina.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved