Breaking News

Berita Kediri Hari Ini

Peserta UTBK SBMPTN 2020 Kediri Nyaris Batal Ikut Ujian Gegara Biaya Rapid Test Mahal

Pemkot Kediri mengadakan rapid test gratis bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK SBMPTN 2020 yang dilakukan di RSUD Gambiran.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: isy
didik mashudi/suryamalang.com
Peserta UTBK SBMPTN 2020 mengikuti rapid test gratis Pemkot Kediri di RSUD Gambiran, Kota Kediri, untuk mengikuti UTBK di Kota Surabaya, Senin (6/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Syarat harus menunjukkan hasil rapid test nonreaktif untuk mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Kota Surabaya dirasa memberatkan calon mahasiswa di daerah, termasuk Kota Kediri. Sebab, tarif rapid test mandiri di Kota Kediri tidak murah.

Di beberapa rumah sakit maupun laboratorium menawarkan biaya antara Rp 375.000-Rp 600.000 per sampel. Karena biaya yang mahal itulah, Pemkot Kediri mengadakan rapid test gratis bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK SBMPTN 2020 yang dilakukan di RSUD Gambiran sejak 5 - 25 Juli 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima, menjelaskan, Wali Kota Kediri menggratiskan biaya rapid tes khusus untuk siswa Kota Kediri yang akan mengikuti UTBK SBMPTN 2020.

"Kebijakan ini hanya berlaku untuk siswa yang namanya sudah terdaftar di Basis Data Terpadu (BDT) Kota Kediri,” jelas Fauzan, Senin (6/7/2020).

Sedangkan bagi calon mahasiswa yang belum terdaftar BDT mendapatkan fasilitas diskon, hanya membayar Rp 200.000.

Loket pendaftaran dari Senin sampai Kamis pukul 07.00-12.00 WIB dan Jumat pukul 07.00-11.00 WIB.

"Sedangkan untuk di luar jam kerja, bisa melalui IGD," sambungnya.

Sementara Firlanti (18), salah satu calon mahasiswa mengaku sangat terbantu dengan adanya rapid tes gratis bagi warga Kota Kediri.

Firlanti warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren mengaku nyaris batal ikut tes perguruan tinggi karena harus membayar biaya rapid test yang mahal.

“Saya tahu rapid test gratis dari IG Pemkot. Saya merasa terbantu, tes-nya digratiskan pemkot karena orangtua terdata sebagai BDT,” ungkapnya.

Hasil rapid test akan digunakan untuk mengikuti UTBK di Kota Surabaya, Rabu (8/7/2020).

Masa berlaku hasil rapid tes Covid-19 ini selama 14 hari.

Sedangkan Evivana Anisa (18), mengaku telat mengurus BDT akhirnya ikut rapid tes dengan diskon khusus.

"Tetap bersyukur karena dapat harga diskon lumayan. Harus dapat surat rapid test nonreaktif karena jadi syarat ikut tes masuk perguruan tinggi di Surabaya,” ujarnya.

Syarat untuk mengikuti rapid tes bagi calon mahasiswa ini adalah surat kelulusan, kartu ikut ujian, kartu KIS atau Jamkesda dan KTP Kota Kediri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved