Breaking News:

Travelling

Prasasti dan Gua Butulan, Kisah Pejabat Kerajaan Majapahit Mengasingkan Diri di Pegunungan Gresik

Gua Butulan dan Prasasti Butulan berada di pegunungan batu kapur Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Gua Butulan dan Prasasti Butulan berada di pegunungan batu kapur Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Sebentar lagi Gua Butulan dan Prasasti Butulan menjadi cagar budaya.

Gua dan prasasti ini berada di pegunungan batu kapur Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Pahatan tulisan jawa kuno menempel di batu dinding goa tersebut.

Cukup sulit untuk menjangkaunya.

Pengunjung harus mendaki bukit bebatuan kapur, karena lokasinya tepat di atas gua.

Banyak gua di perbukitan itu.

Prasasti Butulan ditulis pada tahun 1298 Saka.

Diperkirakan prasasti itu peninggalan era kejayaan Kerajaan Majapahit.

Dulu Gua Butulan tersebut didiami oleh San Rama Samadya.

Saat itu dia tersingkir setelah Mahapatih Gajah Mada menghilang.

Sejak Gajah Mada menghilang, kursi Mahapatih Majapahit diduduki Gajah Enggon.

San Rama Samadya pun mengasingkan diri di gua itu.

Dia datang ke gua itu bersama muridnya.

Kepala Pengelola Wisata Wagos, Misbakhud Dawam menyebut prasasti itu sudah ditemukan lama.

Tidak semua orang bisa menjangkau wisata Gua Butulan dengan Prasasti Butulan itu.

Sebab, medan yang harus dilalui cukup ekstrem.

"Prasasti Butulan sudah dicek sebelum pembukaan wisata ini. Ada banyak gua di sini. Tapi hanya satu gua yang kami buka untuk umum," terang Dawam kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (5/7/2020).(Willy Abraham)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved