Virus Corona di Jatim

6 Penyebab Kasus Covid-19 Belum Turun Versi Kapolda Jatim, Aturan & Intervensi Klaster Tidak Tegas

Enam poin kendala yang dipaparkan Kapolda Jatim itu berdasarkan evaluasi, update hasil persebaran kasus Covid-19 per hari, sekaligus epidemiologi

Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/Luhur pambudi
Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil bersama pimpinan kepala daerah di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020) malam 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran mengungkap 6 permasalahan atau kendala yang bisa dinilai menjadi penyebab penanganan penyebaran virus Corona di Jatim belum juga menunjukkan hasil positif hingga kini, jelang deadline dari Presiden Jokowi. 

Enam poin kendala yang dipaparkan Kapolda Jatim itu berdasarkan evaluasi, melihat update hasil persebaran kasus Covid-19 per harinya, sekaligus kajian epidemiologi di Jatim.

Enam poin kendala itu dipaparkan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, dalam forum analisis dan evaluasi penanganan Covid-19 Jatim.

Forum tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo dan Bupati Gresik, beserta seluruh komandan Koramil dan Kepala kepolisian sektor, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020) malam.

Enam poin kendala di antaranya sebagai berikut:

Pertama. Belum adanya peraturan baku mengenai hal yang dilarang bagi masyarakat selama masa transisi.

Termasuk mencakup mengenai bentuk sanksi pada para pelanggar. Mulai dari sanksi administrasi, sanki denda, atau sanksi pidana dalam hal ini, sanksi kurungan.

Kedua. Terdapat perbedaan peraturan antar pemerintah daerah maupun kota.

Ketiga. Tim teknis perlu dioptimalkan guna mendukung kebijakan Forkopimda Jatim.

Tim teknis di sini artinya, perlu adanya penguatan sistem di tiap kabupaten; Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten, yang mampu menjembatani setiap produk kebijakan dari Pemprov Jatim mengenai penanganan Covid-19.

Keempat. Belum ada rapat evaluasi secara rutin dan berkala; harian atau mingguan.

Kelima. Jika ada klaster penularan Covid-19 baru, belum ada kebijakan untuk mengintervensi secara tegas.

Irjen Pol M Fadil, menegaskan, klaster yang dimaksud dan dianggap memiliki jumlah besar penularannya; klaster pasar.

Keenam. Masih rendahnya partisipasi masyarakat.

"Kan ada beberapa klaster, salah satunya kan dari pasar, nah kita cari rumusan, yang paling tepat dan pas. Agar episentrum klaster pasar, dapat kita lakukan langkah yang terukur," ujar Imran, Senin (6/7/2020) malam.

M Fadil mengatakan bahwa enam poin tersebut adalah hasil analisisnya, yang tak menutup kemungkinan untuk didiskusikan guna mencari siasat melawan penyebaran Covid-19.

"Jadi segala sesuatunya kita harus persiapkan. Lalu kita terapkan model, lalu kita lakukan kajian secara saintifik berdasarkan data dan masukan dari para pakar," pungkasnya.

(Luhur Pambudi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved