Virus Corona di Jatim

Perbandingan Tes IgG dan IgM Dengan Rapid Tes yang Diklaim Akurat Deteksi Dini Paparan Covid-19

Tingkat akurasi tes IgG dan IgM ini lebih tinggi dibandingkan dengan rapid test. Namun tingkat kesensitivitasannya tetap lebih tinggi PCR.

Editor: Dyan Rekohadi
benni indo/suryamalang.com
ILUSTRASI - PNS Pemkot Batu mencoba melihat hasil rapid test kepada petugas medis, Senin (8/6/2020). Ada cara lain untuk mendeteksi dini paparan virus Corona yaitu melalui tes IgG dan IgM 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Rapid tes sekarang banyak digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh manusia. Sayangnya, alat ini tingkat akurasinya rendah. Sehingga hasil dari rapid tidak bisa dibuat patokan.

Baru-baru ini kalangan medis memperkenalkan tes IgG dan IgM yang dipercaya tingkat akurasinya lebih tinggi.

Sama halnya dengan rapid tes, Imunoglobulin atau IgG dan IgM metode pengecekan ini juga memeriksa antibodi yang dihasilkan tubuh saat terpapar virus corona.

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru), dr Alfian Nur Rosyid SpP menjelaskan, tes IgG dan IgM.

Proses pengambilan darah ini dinamakan tes serologi. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium.

"Proses pengambilan darah ini dinamakan serologi. Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan negatif. Jika hasilnya reaktif kemungkinan tubuh terdapat virus," kata Alfian saat dihubugi, Senin (6/7/2020).

Meski, tingkat akurasi tes IgG dan IgM ini lebih tinggi dibandingkan dengan rapid test. Namun tingkat kesensitivitasannya tetap lebih tinggi PCR.

"Akurasi dinyatakan iya, dari pabriknya menyatakan lebih bagus karena menggunakan mesin," ujarnya.

Namun, metode ini masih memiliki kekurangan. Yaitu jika melakukan pemeriksaan IgG dan IgM alat reagen harus habis dalam satu waktu. Karena itu masih belum banyak RS yang menggunakan alat ini.

"Kalau pakai alat itu masih baru beberapa RS sudah melakukan pemeriksaan. RS Unair belum, ada sih kalau mau melakukan itu saya pernah tanya dokter di lab. Cuman reagennya itu sekali buka harus habis dalam durasi tertentu. Kalau untuk tes massal bisa," jelasnya.

Kata Alfian, meski tes IgG dan IgM ini tergolong masih baru. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan banyak RS yang menggunakan alat ini. Karena tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding rapid tes.

"Bisa menggantikan rapid test. Tapi ya alatnya susah dicari, karena itu alatnya perlu mesin khusus ndak semua RS ready dan memiliki. Saat ini yang terjangkau rapid test," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved