Berita Malang Hari Ini

Tenaga Kesehatan di Jatim Kelelahan Atasi Pasien Covid-19, IDI Jatim: Pasien Datang Seperti Air Bah

Tenaga medis di Jawa Timur mengalami kelelahan merawat pasien Covid-19.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Ketua IDI Jawa Timur, Sutrisno saat ditemui di ruangannya di RS Melati Husada, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tenaga medis di Jawa Timur mengalami kelelahan merawat pasien Covid-19.

Per Sabtu (8/7), terdapat 308 pasien baru sehingga total kasus di provinsi setempat berjumlah 14.578 dengan rincian 7.883 pasien dalam perawatan, 5.316 orang sembuh, dan 1.112 orang dinyatakan meninggal dunia. Kasus positif Covid-19 Jawa Timur bahkan menyalip DKI Jakarta.

"Di Jawa Timur terutama di Surabaya Raya, tenaga kesehatan mengalami beban yang berat."

"Kasus masih terus berdatangan seperti air bah," ucap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, Sutrisno, saat ditemui di Malang, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, hal tersebut bisa berdampak buruk terhadap kesehatan para tenaga medis khususnya di wilayah Surabaya Raya.

Apalagi sejak pandemi Covid-19, jam kerja para tenaga medis bisa lebih dari delapan jam sehari.

"Idealnya enam jam lah. Karena memakai APD lengkap seperti hazmat itu luar biasa beratnya," ucap dia.

Selain itu, kata Sutrisno, manajemen rumah sakit harus terbuka perihal ketersediaan kamar kosong bagi pasien Covid-19.

Hal tersebut, lanjut dia, sangat penting agar pemerintah bisa turut menyelesaikan problem meledaknya pasien virus corona di Jawa Timur.

Sutrisno mengungkapkan alur rujukan juga mesti diatur menggunakan teknologi informasi yang bisa dipantau secara real time.

"Sehingga nantinya masyarakat yang butuh rujukan bisa dengan mudah mencari rumah sakit sesuai dengan kasus yang dihadapi," ujar Sutrisno.

Tak kalah penting, Sutrisno meminta pemerintah segera menyelesaikan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang berjibaku menangani Covid-19.

Sebab sampai kini, pembayaran insentif masih belum merata.

"Informasinya sudah dibayarkan tetapi belum merata," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved