Berita Malang Hari Ini
Pemkot Malang Akan Luncurkan Pasar Online pada Pekan Depan
Pemkot Malang bakal meluncurkan pasar online pada pekan depan. Pasar online merupakan transaksi jual beli via online di pasar tradisional Kota Malang
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang bakal meluncurkan pasar online pada pekan depan.
Pasar online merupakan transaksi jual beli via online di pasar tradisional Kota Malang.
Model transaksi ini untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan memudahkan transaksi penjual dan pembeli, serta mencegah kerumunan masyarakat di dalam pasar.
"Kami sudah kerja sama dengan BRI dan Gojek beberapa hari lalu. Insya Allah kami akan luncurkan pasar online pada minggu depan," ucap Wahyu Setianto, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Diskoperindag) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (11/7/2020).
Melalui pasar online tersebut, masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pangan sehari-hari tidak perlu belanja di pasar.
Pembeli cukup memesan kebutuhan pangan melalui aplikasi yang digagas BRI dan Diskoperindag Kota Malang.
Aplikasi tersebut bisa langsung di download melalui Playstore di ponsel android.
"Saat ini aplikasiny masih dipersiapkan, dan baru bisa dioperasikan saat peluncuran nanti," ucapnya.
Wahyu menyampaikan peluncuran pasar online sudah disiapkan sejak dua bulan lalu.
Nantinya masyarakat yang transaksi melalui pasar online tidak dikenai jasa ongkir saat pengiriman ke rumah.
Pembayaran bisa dilakukan di rumah dengan menggesek di mesin edisi yang akan dibawa kurir.
Mesin tersebut bisa digunakan untuk semua jenis bank.
"Intinya, kami ingin melakukan pembatasan dan mengurangi kerumanan. Jadi upaya kami adalah membatasi pertemuan antar orang," ucapnya.
Pasar online akan diluncurkan di 10 pasar, yaitu Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, Pasar Klojen, Pasar Modyopuro, Pasar Bunul, Pasar Mergan, Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Sawojajar, Pasar Sukun, dan Pasar Tawangmangu.
Kemungkinan pasar online juga diterapkan di pasar tradisional yang telah direvitalisasi.
"Untuk sementara, yang diutamakan adalah pasar tradisional yang sudah direvitalisasi. Kalau sudah berjalan, kami akan evaluasi, dan diterapkan di 27 pasar tradisional di Kota Malang," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pasar-oro-oro-dowo-kota-malang-saat-pandemi.jpg)