Berita Batu Hari Ini

Staf Desa Ngaku Tokoh Agama Gendam Nenek 80 Tahun di Batu

Didik M Fauji, bersamaa dua orang rekannya yakni M Ali dan M Salam diringkus Satreskrim Polres Batu lantaran diduga lakukan penipuan modus gendam

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Didik (duduk di kursi roda) dan rekan-rekannya saat dirilis oleh Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama di Mapolres Baru, Senin (13/7/2020). Mereka diringkus karena diduga melakukan kasus penipuan, melanggar KUHP Pasal 378 yang ancaman pidananya maksimal empat tahun. 

Didik menerimanya, kemudian mengganti cincin itu dengan bungkusan lainn yang berisi dua koin.

Bungkusan koin itu telah disiapkan sebelumnya.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menerangkan, setelah menukar cincin dengan uang koin, Didik menginstruksikan kepada korban untuk membuka bungkusan di rumah.

Lalu merendam bungkusan dengan air yang akan diminum.

Dengan cara seperti itu, Didik mengibuli korban bahwa doa-doanya akan segera dikabulkan.

"Pelaku mendoakan korban, semoga bisa berangkat ke tanah suci dan terkabul doa-doanya. Korban diminta untuk menyerahkan barang yang ada keringatnya," kata Harvi, Senin (13/7/2020).

Korban baru sadar setelah tiba di rumah.

Saat bungkusan dibuka, ternyata isinya adalah dua koin senilai Rp 100.

Cincinnya pun raib.

Merasa tertipu, korban pun melapor ke Polres Batu pada 7 Juli 2020.

"Kami berhasil amankan para pelaku pada 9 Juli 2020 di Kabupaten Pasuruan," kata Harvi.

Berdasarkan keterangan Satreskim Polres Batu, kasus dapat diungkap tanggal 9 Juli melalui serangkaian penyelidikan dan rekaman CCTV.

Ternyata para pelaku tidak sekali saja melakukan aksinya, melainkan sudah tiga kali.

Pengakuan sebanyak tiga kali itu diungkapkan Didik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved