Breaking News:

Berita Sumenep Hari Ini

Ada 752 Perceraian di Sumenep Madura Januari-Juni 2020, Pemicu Paling Dominan Perselisihan

Angka perceraian yang masuk Pengadilan Agama Sumenep Madura Januari-Juni 2020 capai 752 kasus.

Editor: isy
creativemarket
ilustrasi perceraian 

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Angka perceraian di Sumenep Madura Januari-Juni 2020 capai 752 kasus. Data ini tercatat di Pengadilan Agama Sumenep, jumlah kasus perceraian yang masuk dan ditangani.

"Jadi totalnya 752 kasus perceraian," kata Panitera Muda (Panmud) Hukum PA Sumenep, M. Arifin pada hari Senin (13/7/2020).

Rinciannya dari 752 kasus ini kara M. Arifin, cerai talak ada 279 kasus dan cerai gugat terdapat 473 kasus. Apa penyebab utama dalam perceraian tersebut, pihaknya mengaku disebabkan oleh banyak faktor, namun yang paling dominan adalah perselisihan.

"Yang paling dominan perselisihan terus menerus, faktorlain diantaranya ekonomi, murtad, poligami dan meninggalkan satu pihak," katanya.

Selain itu kata M Arifin selama pandemi corona atau Covid-19 ini, jumlah perkara perceraian sempat mengalami naik turun.

Misalnya, pada bulan Maret masih tinggi dan dua bukan berikutnya turun.

"Bulan April dan Mei mengalami penurunan karena pandemi. Dan akhir Juni kembali menanjak dengan ratusan perkara," terangnya.

Sebelum akhirnya kasus perceraian ini diputus katanya, kasus perceraian telah melalui banyak tahapan, termasuk dilakukan mediasi kedua pihak agar menemukan solusi dan mengurungkan niat untuk bercerai.

"Mediasi itu sebagian sukses dan sebagian lainnya tidak sukses sehingga berkahir dengan perceraian," katanya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved