Virus Corona di Kota Batu

Dewanti Dorong Pelaku UMKM di Kota Batu Pasarkan Produk Lewat Teknologi

Pelaku UMKM di Batu didorong memanfaatkan teknologi untuk mempromosikaan dan memasarkan produknya di tengah kondisi pandemi corona

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berdiskusi dengan para pelaku UMKM di PLUT, Rabu (15/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU - Pelaku UMKM di Batu didorong memanfaatkan teknologi untuk mempromosikaan dan memasarkan produknya di tengah kondisi pandemi corona. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, juga menjanjikan kehadiran Pemkot Batu dalam mendukung pemasaran dan inovasi pelaku UMKM di Batu.

Dewanti mengatakan perlu cara-cara yang tidak biasa bagi UMKM agar bisa memasarkan produksinya.

"Satu, perlu mempromosikan dengan hal yang tidak biasa, dengan IT karena tidak banyak bertemu dengan orang saat pandemi begini," kata Dewanti saat menghadiri diskusi dengan sejumlah pelaku UMKM di Pusat Layanan Usaha Terpadu, Rabu (15/7/2020).

Sektor perekonomian Batu sangat terpukul akibat pandemi corona yang terjadi sejak Maret 2020.

Dewanti pun tak mengelak jika produksi UMKM di Batu menurun.

"Saya mengakui di situasi pandemi ada penurunan baik produksi bahkan stok, tapi usaha seperti ini yang tidak boleh menyerah karena seluruh dunia merasakan itu," kata Dewanti.

Pengelola PLUT Andry Yunanto mengatakan selama pandemi tidak bisa melaksanakan pelatihan tatap muka.

Pelatihan atau diskusi hanya berlangsung secara online.

"Kami juga tetap bangun jaringan seperti ke Indonesia Mall. Sekarang UMKM pada tiarap semua," ungkapnya.

Sementara itu, GM tukunuku.com Adi Mahardian yang juga hadir di PLUT memperkenalkan Tukunuku.com.

Ia mengatakan bahwa katalog online itu bertujuan untuk saling bantu antar UMKM di tengah pandemi.

Saat ini ada 160 UMKM yang masuk dalam Tukunuku.com dengan total 500 produk.

Bahkan katalog yang menghimpun market dari UMKM lokal ini telah memiliki anak perusahaan, yakni kurir lokal: Kulo.

Ojek online lokal Kota Batu untuk memberdayakan warga terdampak Covid-19.

Untuk kategori produk ada empat yakni makanan dan minuman, jasa, barang, serta produk pertanian.

Untuk produk pertanian ini nantinya akan di push ke luar daerah sebagai identitas Kota Batu.

"Total market place Tukunuku.com sudah mencapai Rp 680 juta. Selama bejalan tiga bulan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved