Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Pemkot Surabaya Wacanakan akan Ada Monitoring Ketat di Pintu Masuk Surabaya

Pemkot Surabaya melakukan monitoring di pintu masuk kota untuk Pemberlakuan ketentuan pekerja luar kota wajib kantongi surat keterangan negatif corona

Mayang Essa/TribunJatim.com
Ilustrasi - Kondisi Check Point Bundaran Waru, Surabaya, saat penerapan PSBB Surabaya Raya jilid 3 di hari terakhir, Senin (8/6/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemberlakuan ketentuan pekerja luar kota wajib kantongi surat keterangan negatif corona, membuat Pemkot Surabaya harus melakukan monitoring di pintu masuk kota. Petugas bakal melakukan monitoring di stasiun, bandara, pelabuhan dan terminal.

"Itu mesti harus menunjukkan hasil rapid test tersebut," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto, Rabu (15/7/2020).

Sementara untuk kendaraan pribadi, Irvan menyebut sejauh ini pihaknya masih merumuskan formulasi yang pas. Sudah ada 17 pos check point yang sebelumnya dipakai saat PSBB beberapa waktu lalu.

Bisa jadi pos tersebut dalam waktu dekat akan diaktifkan kembali.

Tentunya dengan teknis yang berbeda.

Secara teknis ini masih dalam rapat pembahasan Pemkot Surabaya.

"Apakah akan di setiap check point ini, kita masih akan koordinasikan dengan TNI dan Polri," ungkap Irvan.

Secepatnya akan disusun, termasuk ada wacana terkait beberapa ruas jalan yang akan sementara waktu ditutup.

Bila ini resmi dilakukan, Irvan mengungkapkan bakal ada monitoring ketat.

Ini juga termasuk mobilitas warga dari luar daerah yang akan masuk Surabaya.

Halaman
12
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved