Minggu, 19 April 2026

Berita Trenggalek Hari Ini

Sebulan Beroperasi, Terminal Bus Trenggalek Masih Minim Penumpang

Terminal Surodakan, Trenggalek masih minim penumpang sejak beroperasi lebih lebih dari sebulan lalu.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Terminal Surodakan, Trenggalek masih minim penumpang sejak beroperasi sebulan lalu. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Terminal Surodakan, Trenggalek masih minim penumpang sejak beroperasi lebih lebih dari sebulan lalu.

Jumlah armada yang beroperasi belum sebanyak sebelum masa pandemi Covid-19.

Sementara jumlah penumpang yang naik-turun dari terminal juga masih sedikit.

Koordinator Terminal Bus Surodakan Trenggalek, Oni Suryanto mengatakan operasional bus hingga saat ini masih belum sepenuhnya normal.

"Dalam satu hari, kurang lebih 30 armada," kata Oni kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (15/7/2020).

Di hari normal sebelum pandemi, jumlah armada yang beroperasi mencapai antara 130-140 bus.

Artinya, presentase bus yang beroperasi tak sampai seperempat kondisi normal.

Oni mengatakan, perusahaan otobus yang sudah mengoperasikan kendaraannya juga masih terbatas enam perusahaan.

"Yang sudah jalan PO Harapan Jaya, Sahara, Harapan Baru, Sari Mulya, Aneka Jaya, dan Bagong," tutur Oni.

Tak cuma armada, jumlah penumpang yang naik turun dari terminal Trenggalek juga merosot tajam.

Dari terminal Trenggalek, kata dia, penumpang yang naik-turun hanya hitungan jari. Katanya, rata-rata jumlah penumpang hanya tiga sampai empat orang saja per armada.

"Kalau ditotal jumlah penumpang satu hari berangkat rata-rata 99 orang, dan jumlah penumpang yang datang 87 orang," ucapnya.

Pihak terminal masih menerapkan prosedur protokoler kesehatan di terminal.

Pihaknya masih merujuk pada aturan Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 11/2020.

Penumpang bus, Dias Ahmad mengatakan kondisi dalam bus masih sangat senggang ketika melaju dari Trenggalek menuju Kediri.

"Tidak sampai separuh kapasitas. Dari Trenggalek apalagi, sepi sekali. Mulai banyak yang naik setelah sampai Tulungagung," kata Dias.

Selain menumpang yang minim, jam keberangkatan bus juga tak seteratur ketika kondisi sebelum pandemi.

"Jam berangkatnya molor dari keberangkatan. Yang naik dari Trenggalek saat itu cuma enam orang," tutur dia.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved