Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Sekali Kirim Narkoba di Surabaya, Pria Ini Dapat Upah Sampai Rp 20 Juta

M Arifin (39) dan Arik Wijayani (41) mendapat upah sampai Rp 10 juta untuk menjadi kurir narkoba di Surabaya.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
ILustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - M Arifin (39) dan Arik Wijayani (41) mendapat upah sampai Rp 20 juta untuk menjadi kurir narkoba di Surabaya.

Arifin dan Arik sudah setahun menjadi kurir narkoba.

Setahun menjadi kurir narkoba, Arifin dan Arik mampu membeli rumah, tanah, dan mobil Innova.

"Sekali ambil antar, kami mendapat upah antara RP 10 juta sampai Rp 20 juta. Besaran upah tergantung berat barang," kata Arifin kepada SURYAMALANG.COM di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (14/7/20).

Arifin sengaja mempekerjakan Arik karena kasihan kakaknya meninggal dunia.

"Ini kakak ipar saya. Karena dia butuh uang, saya ajak dia untuk mengirim dan mengambil barang ranjau," tambahnya.

Sementara itu, Arik mengatakan Arifin hanya memberi upah sebesar Rp 2,5 juta untuk sekali mengirim barang.

"Saya hanya disuruh dia (Arifin. red.). Kalau dia, sesuai perintah bosnya di Lapas," kata Arik.

Kanit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKP Raden Dwi Kennardi mengatakan sebelum tertangkap, dua kurir ini mendapat kiriman 3 kilogram (Kg) sabu-sabu, dan 6000 butir pil ekstasi.

"Sabu-sabu itu dikemas dalam bungkus teh, dan pil ekstasinya dikemas dalam bungkus abon."

"Pengemasan ini untuk mengelabui petugas," tambahnya.

Dwi mengungkapkan M Arifin merupakan residivis kasus narkoba.

"Dia baru keluar pada tahun 2019," tandas alumnus Akpol 2012 itu.(FIRMAN RACHMANUDIN)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved