Breaking News:

Berita Gresik Hari Ini

Pernikahan Modin dan Siswi SD di Gresik dengan Mahar 50 Ribu Tuai Kontroversi, SCCC Beri Tanggapan

Pernikahan Modin dan Siswi SD di Gresik dengan Mahar 50 Ribu Tuai Kontroversi, SCCC Beri Tanggapan

IST
Kisah Cinta Pejabat Desa dan Siswi SD di Gresik, Sempat Ditolak Lalu Nikah Siri dengan Mahar 50 Ribu 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Seorang pejabat desa sekaligus Modin berinisial S asal Gresik menikahi siswi SD menyulut api kontroversi.

Menyikapi hal ini, Pembina Surabaya Children Crisis Center (SCCC), Edward Dewaruci pun angkat suara.

Menurutnya, padahal sudah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi (MA) mengenai UU perkawinan yang mewajibkan calon pengantin harus di atas usia 19 tahun. 

"Melanggar undang-undang itu pasti. Pertama karena anak-anak mereka belum bisa mengambil keputusan sendiri."

"Belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (18/7/2020).

Kisah Cinta Pejabat Desa dan Siswi SD di Gresik, Sempat Ditolak Lalu Nikah Siri dengan Mahar 50 Ribu

Siswi SD Gresik Dinikahi Siri Oleh Kakek yang Sudah Memiliki Banyak Cucu, Pelaku Adalah Pejabat Desa

Oleh sebab itu, anak-anak belum mempunyai kemampuan untuk menentukan pilihan, dan peran orang tua sangat penting.

Namun, ironisnya kejadian yang viral di Gresik ini korban Bunga (nama samaran) bernasib sebatang kara.

"Secara prosedur hukum negaranya sudah tidak terpenuhi. Apalagi siri."

"Dalam sudut pandang perlindungan anak berarti ini ada upaya bujuk rayu," lanjutnya.

Hal ini tertuang dalam UU Perlindungan Anak Pasal 82 unsur bujuk rayu dan mengambil manfaat dalam ketidaktahuan anak-anak dalam hal untuk berhubungan seksual.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved