Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Disdikbud Kota Malang Akan Gelar Seni Virtual Bertajuk Malang Culture untuk Lestarikan Budaya Lokal

Malang Culture akan menjadi wadah untuk menampung segala kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Kota Malang.

SURYAMALANG.COM/Disdikbud Kota Malang
Ilustrasi penayangan seni virtual bertajuk 'Malang Culture' yang digelar Disdikbud Kota Malang pada Juli dan Agustus 2020. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang berencana akan membuat seni virtual bertajuk 'Malang Culture'.

Malang Culture akan menjadi wadah untuk menampung segala kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Kota Malang.

Disdikbud akan mengajak seniman dan budayawan Kota Malang agar terus berkarya dengan membuat sebuah persembahan karya seni virtual.

Mereka akan menggandeng beberapa sanggar seni serta pihak-pihak terkait untuk menyukseskan acara yang akan dihelat pada pertengahan Juli dan Agustus 2020.

"Pada intinya kami ingin mengajak masyarakat untuk turut peduli dan melestarikan cagar budaya yang ada di Kota Malang,"

"Episode pertama akan ditayangkan pertengahan Juli 2020. Dilanjut dengan sajian langsung yang diadakan Agustus 2020," ucap Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Andayun, Selasa (21/7/2020).

Andayun menyampaikan, bahwa tayangan awal akan ditampilkan dalam kemasan drama tari virtual.

Para seniman akan mengangkat adaptasi cerita rakyat Polowijen dan Dinoyo dengan tokoh Joko Lulo dan Ken Dedes.

Tema yang diusung ialah 'aja ngomong waton, ngomonga nganggo waton' yang berarti jangan sekali-kali asal bicara, bicaralah sesuai sumber atau fakta yang jelas.

Menariknya, kisah yang diangkat kali ini bukan tentang kisah percintaan antara loko Lulo dan Ken Dedes.

Tetapi menonjolkan sisi lain dari kisah tersebut yang ada hubungannya dengan bukti peninggalan sejarah berupa situs sandang dan sumur di daerah Polowijen.

"Kami akan membuat konten cerita dan bahasa yang ringan, namun sarat cerita kesetiaan, nilai-nilai kebenaran dan kejujuran," ucapnya.

Sajian penampilan ini akan ditayangkan dalam beberapa fragmen atau episode melalui platform media sosial secara daring.

Dialog yang digunakan nantinya akan menggunakan Bahasa Malangan, yang dalam penayangannya dilengkapi terjemahan berbahasa Indonesia agar bisa dinikmati pula bagi masyarakat luar.

"Kami akan membuat sajian virtual ini agar dapat dinikmati oleh seluruh usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Dan informasi lebih lengkap bisa melihat di Instagram @malangcultureeven," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved