Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Ajak Warga Potong Hewan Kurban Idul Adha di RPH

Wacana tersebut akan dimatangkan lagi bersama Wawali, Sekda dan Dinas Pertanian. Terutama terkait teknis hingga retribusi untuk pemotongan hewan kurb

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sejumlah sapi yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH), Selasa (21/7/2020). Beberapa di antara mereka tengah dipersiapkan untuk perayaan Idul Adha. 

SURYAMALANG.COM, BATUWali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengimbau agar warga tidak melakukan pemotongan hewan secara mandiri di Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli 2020.

Hal itu demi kebaikan bersama karena saat ini tengah dalam masa pandemi Covid-19.

"Terkait pemotongan hewan kurban, kami ikut instruksi dari kementerian yakni pemotongan bisa dilakukan di rumah potong hewan (RPH) yang ada," ujar Dewanti, Selasa (21/7/2020).

Ia menerangkan, wacana tersebut akan dimatangkan lagi bersama Wawali, Sekda dan Dinas Pertanian. Terutama terkait teknis hingga retribusi untuk pemotongan hewan kurban.

Selain kegiatan pemotongan hewan, untuk salat Idul Adha 1441 H, Pemkot Batu memperbolehkan untuk berjamaah. Namun harus dengan menerapkan protokol kesehatan lengkap.

"Untuk salat berjamaah Idul Adha diperbolehkan. Kemarin ketika bertemu Bu Gubernur Jatim disarankan agar menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian Kota Batu, Lestari Aji menambahkan bahwa untuk potong hewan. Masyarakat di Kota Batu bisa mendaftar RPH yang ada di Jalan Mojopahit, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo.

"Potong hewan bisa dilakukan di RPH. Cara masyarakat cukup daftar agar terjadwal. Dalam pendaftaran dan pelaksanaannya juga gratis atau tanpa biaya," bebernya.

Sedangkan bagi masyarakat yang ingin melakukan penyembelihan mandiri atau di luar RPH. Dihimbau agar masyarakat tetap melapor. Sehingga tetap mendapat dampingan saat melakukan potong hewan.

Selain itu, lanjut Aji, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan calon hewan kurban di pedagang musiman yang ada di Kota Batu.

Pemeriksaan akan dilakukan mulai pekan depan. Bagi para penjual ternak juga diwajibkan agar melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atas ternaknya. Tujuannya untuk memastikan bahwa hewan tersebut sehat.

"Untuk SKKH khusus diwajibkan bagi sapi dari luar Provinsi Jatim. Kebanyakan untuk Kota Batu berasal dari Malang Raya," imbuhnya.

Ia menyampaikan untuk pelaksanaan pemotongan hewan diperkirakan dimulai pada 31 Juli sampai 2 Agustus.

Untuk Kota Batu sendiri ada 300 titik pemotongan hewan kurban setiap tahunnya dan tersebar di 24 desa/kelurahan.

Di RPH Batu, per hari bisa melayani hingga 20 pemotongan hewan.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved