Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

10 Orang Dilaporkan, Ini Penjelasan BUMDes Selorejo Malang Bawa Petani Jeruk ke Ranah Hukum

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dewarejo Desa Selorejo menjelaskan alasan melaporkan petani jeruk ke polisi

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Petani jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dewarejo Desa Selorejo menjelaskan alasan melaporkan petani jeruk ke polisi. Humas BUMDes Dewarejo, Choirul Junaedi, menuturkan, 10 orang petani jeruk dilaporkan ke polisi karena memaksa panen ketika sewa tanah mereka habis.

"Ada 10 petani jeruk yang tidak dipanggil itu tidak memperpanjang sewa, sehingga penggarapnya diganti oleh Bumdes," ujar Choirul ketika dikonfirmasi, Kamis (24/7/2020).

Choirul tidak menerangkan secara detail, ketika ditanya kepastian waktu jatuh tempo habisnya masa sewa para petani. Ia beralasan ketika dihubungi masih berada di luar.

VIDEO Kisah Petani Jeruk Malang yang Dituduh Mencuri Hasil Tanaman Sendiri oleh Pemdes Selorejo

"Saya tidak tahu pasti kapan habisnya, karena saya sedang di luar ini," beber pria yang akrab disapa Irul itu.

Di sisi lain, salah satu petani jeruk bernama Purwati bersikukuh dirinya bisa membuktikan kepemilikan kuitansi sewa lahan.

"Saya bisa buktikan kwitansi asli. Sedangkan kemarin yang ditunjukkan Pak Lurah itu kuitansi print," ungkap Purwati.

Purwati menegaskan dirinya masih berhak mengelola tanah kas desa karena masih dalam masa sewa.

"Saya kan habisnya bulan 9 (September) 2020," tutur Purwati.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved